24 C
Padang
Jumat, Juli 19, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kabau : Potensinya sebagai Pestisida Nabati
K

Kategori -
- Advertisement -

Siapa sih yang tidak kenal dengan kabau. Tapi tunggu dulu, kalau kita yang berada di Sumatera Barat mungkin akan berpikiran kalau itu merupakan Kabau hewan ternak yang memiliki badan besar bertanduk dan biasanya suka dikubangan dan suka menolong petani untuk membajak sawah. Tapi kabau yang dimaksud bukan kabau hewan ternak itu. Namun sejenis buah yang berbentuk polong yang bijinya dapat digunakan untuk lalapan atau dimasak.

Kabau ini merupakan tumbuhan hutan yang banyak tumbuh liar di daerah tropis seperti di hutan-hutan di Sumatera, Kalimantan, pulau Jawa bahkan Semenanjung Malaya, dan Filipina. Buah kabau memiliki bentuk bulat memanjang, setiap buahnya memiliki jumlah biji kabau 8 hingga 12 buah. Bentuk bijinya pipih tebal, dan berwarna gelap kehitaman saat sudah tua. Kabau juga disebut sebagai jering hutan, jolang jaling, tabau, dan banyak nama lainnya. Tanamannya berbentuk pohon yang menyerupai tanaman jengkol dan buahnya juga berbau tidak sedap seperti jering dan petai.

Kabau masuk dalam anggota suku Fabaceae (Leguminosae) dengan spesies Archidendron microcarpum dan diketahui memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan tanaman jengkol (Pithecellobium jiringa) yang sudah lama dikenal oleh masyarakat sebagai bahan konsumsi.

Dilansir dari beberpa artikel ada beberpa manfaat dari kabau bagi yang suka mengkonsumsinya diantara yaitu membantu melancarkan sistem pencernaan karena kabau memiliki kandungan serat yang cukup besar, sumber fosfor bagi tubuh, membantu kinerja ginjal karena adanya mineral dan fosfor yang dapat membantu menyaring berbagai zat yang tidak berguna untuk tubuh.

Tak hanya membantu kerja ginjal, kandungan fosfor dan kalsium yang terdapat pada buah kabau juga dapat membantu kerja otot tubuh. Membantu untuk menyembuhkan penyakit diabetes. Menjaga kesehatan jantung, memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak untuk tulang dan gigi tetap terjaga kesehatannya serta dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena adanya kandungan vitamin B1.

Nah selain bisa dimakan dan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kabau juga berpotensi digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman. Lah kok bisa? Karena disinyalir memiliki kekerabatan yang dekat dengan jengkol.

Seperti yang kita ketahui bahwa berdasarkan beberapa hasil penelitian menyebutkan jengkol dapat mengendalikan beberapa hama pada tanaman. Sebut saja hasil pengujian yang dilakukan oleh Asikin dan Thamrin (2006), bahwa ekstrak kulit biji jengkol efektif membunuh larva dari ulat plusia dengan mortalitas 70%.

Hal ini diduga bahwa kulit biji jengkol mengandung metabolit sekunder yang bersifat racun terhadap hama serangga. Biji jengkol mengandung alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin dan saponin, sedangkan daunnya mengandung saponin, flavonoid dan tanin.

Alkaloid, terpenoid dan flavonoid merupakan senyawa pertahanan tumbuhan yang dapat bersifat menghambat makan serangga dan toksik dan dalam kulit jengkol ditemukan kandungan senyawa kimia (terpenoid, saponin, asam fenolat serta alkaloid) yang efektif terhadap ulat Heliothis armigera dan Spodoptera litura (Ambarningrum et al. 2009), tikus pada tanaman jagung (Pakki et al. 2009), dan untuk mengendalikan siput murbei (Astuti 2013).

Nah lebih tepat lagi, berdasarkan hasil penelitian Obel (2019) bahwa jenis ekstrak kabau yang berasal dari kulit dinyatakan aktif sebagai insektisida karena pada konsentrasi 0,5% dapat mematikan serangga uji diatas 50% dan pada kuliat kabau juga diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama dengan jengkol.

Pada pengujian bioaktivitas kulit kabau menunjukkan terjadi peningkatan mortalitas larva ulat crop pada konsentrasi 0,5% sebesar 70,00% dengan aktivitas insektisida yang cukup kuat. Dan pada aplikasi dilapangan menunjukkan mortalitas mencapai 53,33 % pada dosis 20 ml/l.

selanjutnya ekstrak kulit kabau yang dipakai sangat aman untuk tanaman karena tidak menunjukkan gejala fitotoksik terhadap tanaman kubis pada berbagai tingkatan konsentrasi sehingga aman digunakan sebagai insektisida nabati.

Ayokk konsumsi biji kabau untuk kesehatan dan gunakan kulitnya untuk pestisida nabati…

Penulis: Obel SP.MP
Dosen Prodi Agroteknologi Fak Pertanian Unand

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img