26 C
Padang
Kamis, Oktober 21, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?
I

Kategori -
- Advertisement -

Oleh : Ramadhila Sari – Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas

Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dengan mendekati musim dingin. Sejak awal wabah melanda, pengujian klinis vaksin covid-19 menjadi salah satu kabar yang mengisyaratkan kemajuan melawan virus corona yang telah menginfeksi lebih dari ribuan bahkan puluhan juta orang secara global. CoronaVac adalah satu dari sekitar 12 vaksin yang berada dalam tahap uji klinis atau yang dikenal sebagai uji coba fase 3 di seluruh dunia. Ini adalah tahap penting dalam pengembangan vaksin, tak jarang beberapa vaksin eksperimental akan gagal.

Virus Covid-19 merupakan topik yang sangat politis di Brasil. Brasil merupakan salah satu Negara yang sangat terdampak dengan angka pasien terinfeksi covid-19 tinggi. Kasus yang melanda Brasil saat ini menjadi topik hangat bagi warga Brasil terkait indikasi bunuh diri Relawan Covid-19 dalam pengujian Vaksin Covid -19. Dalam hal ini regulator kesehatan Brasil, Anvisa mengambil keputusan untuk melakukan penangguhan pengujian klinis vaksin. Apakah keputusan Anvisa didasarkan pada sains atau politik? Hal ini menjadi perbincangan hangat bagi warga Brasil.

Berita penangguhan vaksin di Brasil muncul tak lama setelah pengembangan vaksin lainnya, yakni perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer, mengatakan vaksin yang telah mereka kembangkan menunjukkan tingkat efektivitas sebesar 90%. Bulan lalu, uji klinis vaksin Oxford meninjau kematian seorang sukarelawan di Brasil dan mengatakan hasil penilaian tidak mengungkapkan masalah keamanan. Para pejabat dan ahli telah sempat menyatakan keprihatinan terkait regulasi yang diawasi oleh Food and Drug Administration (FDA) bisa dirusak oleh kepentingan dan tekanan politik. Ini membuat beberapa Negara  ragu-ragu untuk mengambil vaksin COVID-19.

Uji coba klinis vaksin CoronaVac yang dikembangkan Sinovac adalah uji coba tahap akhir berskala besar yang sedang dilakukan untuk vaksin tersebut. Namun, vaksin tersebut justru menghadapi kontroversi di Brasil dan Presiden Jair Bolsonaro menolaknya karena dianggap kredibilitas vaksin yang kurang. Kepala lembaga penelitian medis Sao Paolo Butantan, Dimas Covas mengatakan keputusan regulator terkait kematian menambah keanehan, sebab kematian tersebut tidak terkait dengan vaksin.

Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, memberhentikan pengujian klinis vaksin covid-19, penangguhan sudah dimulai sejak 29 Oktober 2020. Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa insiden yang menyebabkan penangguhan itu adalah bunuh diri. Pemerintah negara bagian Sao Paulo, tempat uji klinis itu dijalankan, kemudian mengkonfirmasi bahwa kematian seorang relawan telah terdaftar sebagai bunuh diri dan sedang diselidiki lebih lanjut. Anvisa mengatakan akan mempertahankan penangguhan uji klinis vaksin dan menepis indikasi bahwa langkah tersebut bermotif politik, melainkan itu murni teknis.

Masalah yang timbul dikarenakan pihaknya tidak menjelaskan peristiwa apa yang sebenarnya terjadi. Dengan penghentian penelitian ini, tidak ada relawan baru yang dapat divaksinasi.

Sebagai informasi, penghentian sementara dalam pengujian obat dan vaksin adalah hal yang umum. Melakukan jeda pada studi memungkinkan peneliti untuk menyelidiki apakah suatu kondisi yang muncul merupakan efek samping dari obat atau vaksin.

Uji coba vaksin CoronaVac dilakukan terhadap lebih dari 10.000 sukarelawan di Brasil oleh lembaga pemerintah Sao Paulo, Institut Butantan. Lembaga tersebut merupakan pemasok vaksin utama di Brasil sekaligus operator pabrik imunisasi umum terbesar di Amerika Latin. Masalah ini menjadi kontraveksi dari berbagai pihak, tahap ketiga uji coba vaksin mengakibatkan kejadian merugikan yang serius, yang diyakini merupakan kematian seorang relawan. Menurut berbagai pihak, kematian itu tidak berkaitan dengan vaksin dan oleh karenanya, studi dapat dilanjutkan kembali.

Covas mengatakan dia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut tentang kejadian merugikan dan hal yang sebenarnya terjadi pada relawan Covid-19 karena alasan privasi. Namun ia memiliki semua informasi yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut tidak terkait dengan vaksin. Pernyataan ini didukung oleh Jean Gorinchteyn, Menteri Kesehatan Negara Bagian São Paulo, yang mengatakan saat konferensi pers bahwa kematian itu adalah “peristiwa eksternal” yang tidak terkait dengan vaksin. Covas mengatakan bahwa tidak ada reaksi merugikan terhadap vaksin tersebut.

Kepala lembaga penelitian medis Sao Paulo Butantan, Covas, yang melakukan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac, mengatakan vaksin tersebut tidak menunjukkan efek samping yang serius.. Penangguhan uji klinis di Brasil dapat menimbulkan dampak terhadap dunia politik yang semakin tegang seputar pengembangan dan distribusi vaksin potensial. Pengujian klinis tahap akhir untuk vaksin Sinovac juga sedang dilakukan di Indonesia dan Turki.  Kedua negara tersebut tidak ada yang mengumumkan penangguhan.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img