27 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Erman Safar Minta Pemerintah Pusat Rehab Rumah Tempat Rapat PDRI
E

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengusulkan rumah bekas Gubernur Sumatera Tengah, sebagai tempat digelarnya rapat penunjukan ketua tim Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) supaya dirahabilitasi oleh pemerintah pusat.

“Rumah tersebut sangat tinggi nilai sejarahnya. Kita berharap pemerintah pusat dalam hal ini Kemeterian PU-PR agar merehabnya,” kata Erman Safar saat dihubungi usai rapat di Gedung Kemenkopolhukam di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Erman Safar menyatakan, pengusulan rehabilitasi rumah bekas Gubernur Sumatera Tengah tersebut, disampaikan pada rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator
Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mafud MD.

Menurut dia, dalam rapat tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Menkopolhukam, Deputi dan beberapa perwakilan dari kementerian serta Gubernur Sumatera Barat (Sumbar)
dan beberapa Bupati serta wali kota Bukittinggi.

“Pertemuan hari ini merupakan rapat terakhir membahas finalisasi inpres, mengenai tentang percepatan pembangunan monumen dan tuggu bersejarah PDRI, yang tersebar secara
bersejarah di beberapa kota dan kabupaten di Sumbar,” ucapnya.

Pada rapat finalisasi sesuai dengan intruksi Presiden Jokowi itu, kata Erman, pemerintah kota Bukittinggi mengusulkan bebarapa titik lokasi bukti sejarah PDRI, bahwa
Bukittinggi mengambil peran besar di dalamnya.

Diantaranya, ucap Erman, rumah bekas Gubenur Sumatera Tangah yang dijadikan rapat penunjukkan ketua tim PDRI yakni Syafruddin Prawiranegara.

“Jadi kami meminta rumah tersebut direhab dan dibaguskan karena sangat tinggi nilai sejarahnya,” paparnya.

Dia mengatakan, setelah rumah tersebut dibangun atau direhab menteri PU-PR, pemerintah kota Bukittinggi akan mengisi dengan beberapa peningggalan sejarah PDRI yang ada di kota Bukittinggi.

“Dalam inpres yang belum ditandatangani Presiden Jokowi, insya Allah ini merupakan langkah terakhir sebelum penandatanganan oleh Presiden Jokowi,” harapnya.

Erman menyampaikan, mudah-mudahan dengan pemugaran serta pembangunan monumen dan tuggu bersejarah PDRI itu, bisa menjadikan kota Bukittinggi sebagai kota yang penuh sejarah, dan pusat informasi sejarah Bukittinggi atau Great Bukittinggi kota Bung Hatta. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img