31 C
Padang
Selasa, Desember 7, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor Di Solok Selatan, Dua Meninggal
E

Kategori -
- Advertisement -

Padang Aro, beritasumbar.com – Akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir, sebanyak enam orang penambang emas asal Jawa Tengah tertimbun longsor di lokasi tambang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Romi Aprijal, di Padang Aro, Rabu mengatakan dari enam orang tersebut empat sudah ditemukan dan dua lagi masih dalam pencarian.

“Empat orang yang sudah ditemukan dua meninggal dunia dan dua selamat dalam keadaan luka-luka,” katanya

Dua korban selamat yaitu Rifan Saifudin (28) dan Aji (30) warga Pati Jawa Tengah dan sekarang mendapat perawatan di Puskesmas Abai.

Sedangkan dua korban meninggal katanya, yaitu Sugito (32) dan Yudi Purnomo (32) juga warga Pati Jawa Tengah. 

“Untuk korban yang meninggal dikembalikan ke agennya di Dharmasraya,” ujarnya. 

Dua korban yang masih belum ditemukan yaitu Miyanto (51) warga Bunut Selatan Lampung dan Sulistiyono (41) tahun warga Pati Jawa Tengah. 

Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap dua orang yang masih tertimbun dan hari ini juga akan dibantu Basarnas. 

“Basarnas hari ini juga membantu melakukan pencarian dua penambang lagi,” ujarnya. 

Longsor lobang galian tambang terjadi pada Senin 11/1 pukul 20.30 Wib di Kimbahan Kecamatan Sangir Batang Hari. Sedangkan BPBD katanya, baru mendapat informasi pada Selasa, 12/1 pukul 17.10 Wib dan langsung menuju lokasi. 

Longsor tambang emas terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah menjadi labil dan terjadi longsoran galian tambang yang mengakibatkan enam orang tertimbun. Tim reaksi cepat BPBD Solok Selatan membawa salah seorang korban selamat longsor tambang emas ke Puskesmas Abai. (Akbar)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img