Sijunjung –Menjelang pilkada serentak 2020 suhu poilitik di masing masing daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah mulai menghangat. Seperti terjadi di Kabupaten Sijunjung. Arrival Boy SH wakil bupati Ranah Lansek Manih pada Selasa 3/12 nampak agak emosi alias marah. Hal ini karena merasa tidak dihargai dilingkungan Pemkab Sijunjung.

Pasal mantan aktivis 98 ini naik emosi karena tidak dikabari ada pelantikan walinagri di kampung halamannya Kecamatan Koto VII. Emosi ini sempat diluapkan wabub melalui pesan aplikasi whatsaap ke beberap orang tokoh dan ASN serta awak media.

Berikut bunyi pesan wa Wabub Sijunjung tersebut: Saudara sekda dan opd terkait, saya dapat info dari beberapa hari lalu, kalau hari ini setelah zuhur ini ada pelantikan Wali nagari di kec koto VII.. sedangkan sampai detik ini saya belum menerima undangan untuk hadir dalam pelantikan itu.

Apakah tafsiran saudara2.. undangan tersebut cukup hanya dihadiri oleh BUPATI saja dalam hal ini bpk Yuswir arifin.. atau wakil bupati nya sudah tidak perlu tahu dan di undang pada kegiatan2 yang akan berhubungan dengan masyarakat… ??

Tolong di perhatikan untuk ke depan?, kalau untuk memeriahkan acara, tadi saya sudah pesankan karangan bunga untuk pelantikan wali nagari tersebut, untuk menjadi perhatian saudara2… tksh….

Terkait hal itu Wabup Arrival Boy pun menbenarkannya. “Ini bukan kali pertama acara-acara yang dilakukan Pemda Sijunjung yang saya tidak diberitahu,”jelas Arrival Boy, Selasa(3/12/2019).

“Mereka pikir dengan mereka berdalih seakan akan kalau sudah disampaikan ke bupati berarti saya sebagai wakil tidak perlu lagi diberitahu atau mereka anggap cukup bupati saja yang tahu urusan pemerintahan ini. Atau kalau bupati tidak ada baru wabup nya dianggap perlu tahu setelah itu? Ini hanya persoalan etika saja dan yang lebih harus tau kerja protokol ini ya humas protokol,”tegas Arrival Boy.

Terkait hal itu, Sekdakab Sijunjung, Zefnihan tak berhasil dihubungi lantaran telepon selularnya tak aktif.

Namun Kepala DPMN Sijunjung, Khamsyardi,SSTP, justeru menyampaikan pemberitahuan melalui protokol. “Dalam acara seperti itu memang tak ada undangan yang ada hanya pemberitahuan dan itu disampaikan melalui protokol sama seperti kegiatan BGRM. Kabag Humas di Hubungi nomor saya diblokirnya,” kata Khamsyardi menjawab pertanyaan awak media, Selasa(3/12/2019).  “Saya baru pulang dari IV Nagari pelantikan walinagari dan siang ini pelantikan di Koto VII,”tambahnya.

Ironis lagi, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sijunjung Yunani, juga mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu soal itu (pelantikan walinagari-red). Saya juga tidak pernah memblokir nomor Kadis PMN dan itu kan sudah viral masalahnya di grup OPD,”ucap mantan Kakansospol Limas Sijunjung itu menjawab tanya awak media, Selasa (3/12/2019). (saptarius/IMO Sumbar)

loading...