24.5 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Diberhentikan Partai Sebagai Ketua DPRD, Angga Alfarici: Herman Sofyan Pimpin Sidang Paripurna Dipertanyakan
D

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Tidak seperti biasanya. Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bukittinggi yang selama ini berjalan lancar tanpa adanya interupsi, namun di sidang paripurna pada Rabu (18/8/2021) pagi, dihujani sejumlah interupsi para anggota DPRD.

Interupsi oleh sejumlah anggota DPRD tersebut berawal dari salah seorang anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, M. Angga Alfarici mempertanyakan keabsahan paripurna menyusul Ketua DPRD Kota Bukittinggi Herman Sofyan yang memimpin paripurna, sudah diberhentikan Partai Gerindra sebagai ketua DPRD kota itu.

Paripurna berlangsung di ruang sidang utama DPRD jalan Imam Bonjol No 17 Bukittinggi dengan agenda yakni, pandangan umum fraksi-fraksi terhadap ranperda tentang pernyataan modal daerah ke dalam modal perusahaan perseroan daerah BPR Syariah Jam Gadang dan paripurna hantaran Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD tahun Anggaran 2021, sejatinya berjalan lancar, tetapi sedikit memanas dengan dibanjirnya interupsi.

Meski demikian, paripurna yang dihadiri Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar yang didampingi wakilnya, Marfendi, dengan dihadiri hampir semua anggota DPRD Kota Bukittinggi berjumlah 25 orang itu, juga dihadiri unsur Forkopimda, tetap dilanjutkan.

Interupsi disampaikan M. Angga Alfarici tentunya bukan tanpa alasan. Ia yang ditemui setelah paripurna usai mengaku, hal itu disampaikan saat paripurna mengingat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) No. 16/2010 yang telah diubah No.12/2018 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD.

Menurut dia, dalam PP tersebut dimana pada pasal 42 ayat 2 berbunyi, pimpinan DPRD berhenti dari jabatannya sebelum berakhir masa jabatannya karena, dalam huruf d, menyebutkan diberhentikan sebagai pimpinan DPRD. Sementara dalam ayat 3 berbunyi, pimpinan DPRD diberhentikan dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf d apa bila yang bersangkutan, menurut ayat 3 huruf b menerangkan, diusulkan oleh partai politiknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Angga menambahkan bahwa, dalam ayat 4 menegaskan, dalam hal salah seorang pimpinan DPRD berhenti dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat 2, anggota pimpinan lainnya menetapkan salah seorang di antara pimpinan untuk melaksanakan tugas pimpinan yang berhenti sampai dengan ditetapkannya pimpinan pengganti yang definitif.

Artinya, menurut Angga, dengan telah diberhentikannya oleh Partai Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Herman Sofyan, melanjutkan tugas pimpinan dilakukan oleh pimpinan sementara, tanpa harus menunggu terlebih dulu pengesahan pemberhentian Herman Sofyan hingga prosesnya sampai ke Gubernur Sumatera Barat (Sumbar).

Disampaikan Angga, dengan tidak dilakukan penggantian sementara pimpinan DPRD, takutnya segala yang dilahirkan dalam bentuk peraturan apa pun yang telah diparipurnakan di DPRD, bisa saja nanti ada lembaga lain mempertanyakan keabsahannya, lantaran posisi ketua DPRD telah diberhentikan dari jabatannya.

“Saya mempertanyakan tadi itu, kita layak tidak melaksanakan paripurna. Ketika kelayakan paripurna dipertanyakan atau diragukan, takut nanti ada penegak hukum yang lainnya masuk ke dalam mempertanyakan ke legalitasan kita, efeknya lembaga karena tidak sah secara PP tadi,” ucapnya.

“Saya menafsirkan, paripurna tetap dilanjutkan tetapi dipimpin oleh ketua sementara. Seperti itu harusnya supaya kita berjalan dengan sher. Yang penting saya telah menyampaikan dan mengutarakan, kalau pendapat ini masih dibawa kepada forum tadi kan, suara terbanyak, terserah yang penting kita telah menyampaikan,” paparnya lagi.

Untuk diketahui, SK DPP Gerindra terkait penggantian Herman Sofyan, berdasarkan SK : 05-0065/ kpts/ DPP – GERINDRA/2021 dan terhitung 31 Maret 2021.

SK DPP yang ditandatangani Probowo Subianto itu sudah disampaikan kepada Sekretaris Dewan, Novendri, di kantor DPRD Bukittinggi.

Pergantian Herman Sofyan sebagai ketua DPRD, dengan menunjuk Beny Yusrial, sebelumnya ketua Fraksi Partai Gerindra, menjabat sebagai Ketua DPRD yang baru. Posisi Beny yang ditinggalkan digantikan M. Angga Alfarici.

Angga mengungkapkan, terkait surat pemberhentian Herman Sofyan yang telah disampaikan Partai Gerindra ke DPRD, dalam pembahasan, Fraksi Gerindra telah melaksanakan tugas, yaitu surat tersebut sudah diakomodir oleh DPRD dan sekretariat serta sudah diagendakan Bamus pada 8 September 2021 untuk pembacaan surat tersebut. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img