28 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

COVID-19 Mengubah Life-Style
C

Kategori -
- Advertisement -

Artikel Berseri:

Seribu Asa untuk Bahagia

(ABSAB)

Seri 09/1000

“COVID-19 Mengubah Life-Style”

——————————————————————————

Oleh : H. Nofrijal, MA

 Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama/IV-e

Penyebaran corona dengan alat angkutnya “covid-19” telah membuat bumi dengan segala isinya bergetar, tanpa terkecuali negara besar-negara kecil, kawasan kota-desa, puncak gunung-pantai, sebagian besar penduduk dunia mengalami tekanan kejiwaan mulai dari “depression, scare, afraid,  worry; hopeless; sampai kepada yang paling ringan adalah wonder”. Studi terbaru menunjukan, pasien positif Covid-19 rentan mengalami gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan depresi. HealthDay News melaporkan dari 3900 orang yang terkena Cocid-19 yang disurvey antara bulan May 2020 dan Januari 2021, terdapat 52% memiliki gejala depresi. Orang-orang yang mengidap penyakit dengan Covid-19 memiliki pengalaman depresi untuk beberapa bulan setelah terkonfirmasi.

Gejalan kehilangan semangat “demotivation, hopeless” dapat berputar menjadi kekuatan perubahan dan perbaikan terutama dalam “healthy life; religious perform; dan social life”. Salah kekuatan percepatan penanggulangan Covid-19 dan efek yang ditimbulkann adalah efektifitas komunikasi perubahan prilaku “behaviour change communication” Terdapat beberapa kekuatan yang menghalangi/menghambat terjadinya perubahan prilaku secara individu dan masyarakat adalah (1) Kepercayaan “belief” masyarakat terhadap virus yang dan variabel yang mengikutinya, (2) Konsistensi peraturan yang diterbitkan dengan pelaksanaannya termasuk konsekwensi sanksi yang diterapkan, (3) Keteladanan tokoh dan pemerintah, (4) Edukasi yang dijalankan, kualitas dan jangkauannya, (5) Pertimbangan sosial, ekonomi yang yang berseberangan dengan prinsip-prinsip pengetatan dan penerapan protokol kesehatan.

Healthy Life Style

Pandemi apapun yang melanda satu “komunitas”, global, negara dan regional akan melahirkan pandangan dan perbuatan baru yang mengubah gaya lama menjadi gaya baru untuk mengantisipasi penyebaran, ketertahanan dan varian-varian baru yang serupa atau berbeda. Covid-19 telah memperbaiki sistem kesehatan pribadi, keluarga dan masyarakat. Diketahui, bahwa pandemi covid-19 telah membuka mata pemerintah, akademisi dan praktisi kesehatan untuk melakukan “revolusi system kesehatan nasional”.

Pola sistem sehat perorangan “individual healthy system” mengalami perubahan dan perbaikan, setidaknya menyempurnakan kekurangan yang selama ini ada. Pola hidup lebih sehat dengan pengaturan asupan gizi dan pengaturan kebugaran menjadi praktik harian yang meluas. Mari kita lihat trend perubahan “healthy life style” tersebut (1) Terjadi perubahan “rest/breaking hour” di tempat kerja, di rumah dan di dalam perjalanan. Manajemen istirahat dengan waktu yang tepat telah menjadi kebiasaan baru setiap individu, “sleeping hour” semakin mendekatan jumlah yang dianjurkan 7-8 jam sehari, keluyuran dan begadang terlihat semakin berkurang, walaupun ada yang neyeletuk bahwa kota sudah seperti kota mati, tidak ada lagi kehidupan malam yang selama ini mereka nikmati. (2) Pengaturan pola makan dan asupan gizi, bagi penyintas Covid-19 dan keluarga nya telah mengubah pola keseharian bersama keluarga, menu makanan yang bersumber dari sumber nabati dan hayati dengan kandungan gizi yang baik menjadi pilihan, mengurangi makanan yang instan menjadi trend baru, sehingga pola konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh semakin meningkat. (3) Berusaha menghindar dan memperbaiki kondisi kesehatan dari penyakit penyerta virus yang disebut dengan kelompok “cormobid deseas”, yakni penyakit yang muncul secara bersamaan saat seseorang sedang sakit, ini menandai bahwa penyebab utama kematian pasien Covid-19 adalah “cormobid”. Dalam catatan kontent media sosial penulis, diantara penyakit penyerta adalah penyakit “diabetes-melitus; hypertensio; colesterol; cardiovascular; tuber-culosis dan lain penyakit sejenis”, (4) Gemar berolahraga, gerak badan-senam, jogging dan bersepeda indoor maupun out-door menjadi kebiasaan dan kegemaran baru individu dan keluarga. Ini trend positif dan memberi pengaruh terhadap kecukupan waktu dan ruang gerak. Trendy baru dalam “daily excerse” adalah aktif dan mengikuti senam pernafasan dengan segala bentuk dan gerakan, baik langsung maupu tidak. (5) Penggunaan teknologi dan modernisasi pelayan “online service” kesehatan, yang menkombinasikan pedekatan konvensional dengan pelayanan “digital-medical dan tele-medicine service”. (6) Himbauan ayo berjemur “sunbath”, mandi cahaya matahari pagi adalah ajakan sehat dari golongan praktisi, pemerhati dan tokoh masyarakat untuk mendapatkan Vitamin D dan kebugaran.

Religious Practicing Style”

Terjadi perubahan “daily practice” bidang keagamaan yang cukup signifikan, bangkitnya semangat silaturrahmi dan rasa ingin berbagi. Berikut mari kita amati perubahan praktik keagamaan yang disebut dengan “performance follow teaching”, di semua jenis agama yang ada. Untuk praktik aktifitas pemeluk Agama Islam dapat dilihat kemajuan perbaikan tata cara beribadah, (1) Menghidupkan suasana “religi” dalam kehidupan sehari-hari, memaknai “Tuhan itu Maha Dekat, Maha Penyayang dan Maha Pemberi pertolongan” menjadi cara menguatkan psyco-religious setiap pemeluk agama mengatasi rasa ketakutan dan kekhawatiran sejak awal. (2) Menyempurnakan (contoh pratis penganut Islam) cara berwudhu’ dengan sempurna, praktik “mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur dengan sempurna; mencuci rongga hidung dengan sempurna; mencuci muka dengan benar, serta menyempurnakan wudu’ secara keseluruhan. Ini dapat dimaknai punya kaitan dengan prilaku “waspada” terhadap penyebaran virus dan penyakit. (3) Menunaikan setiap sembahyang dengan konsentrasi dan kiat-kiat yang sesuai dengan petunjuk yang ada, praktik sholat yang benar dapat memelihara aliran darah ke jantung, kelentruran tubuh (relax) dan olah pernafasan dengan segala effect positifnya. (4) Membiasakan diri untuk membaca ayat-ayat suci dan lafaz doa dengan bersuara (jahar) sebagai bagian dari melatih penglihatan, pernafasan, melonggarkan otot-otot disekitar rahang  serta cara-cara lain yang sesuai petunjuk keagamaan.

Social & Communication Life Style”

Suasana psikologis dan kekhawatiran sosial masyarakat, khusus nya keluarga yang terkonfirmasi Covid-19 dapat terobati dan saling menguatkan melalui dukungan moril keluarga, teman dan pimpinan kerja. Sebagai orang yang hidup dalam keberagaman kepercayaan, budaya dan sosial, pandangan terhadap Covid-19 juga punya variasi yang bertingkat, ada suasana “pro-con” baik dalam memandang virus, merespon kebijakan maupun implementasi kebijakan di tatanan aksi operasional.

Kehidupan sosial dan komunikasi yang terus mengalami perubahan, dapat terlihat secara menonjol di bidang (1) Pengunaan komunikasi sosial yang berkembang pesat dengan pilihan media digital dalam berkomunikasi, kontent pesan medsos yang di awal penyebaran Covid-19 bergeser secara pelan dari kontent “hoax”, bergerak ke kontent pesan moril dan keagamaan, kontent hiburan dan tips hidup sehat. (2) Prilaku “membentengi diri, keluarga dan masyarakat” melalui penerapan protokol kesehatan dan sosial 3M plus 2 M “Memakai masker; Menjaga Jarak; Mencuci Tangan, plus Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas”. (3) Memunculkan pola kepedulian sosial baru di tengah-tengah keluarga dan individu yang terkonfirmasi dan melakukan isolasi Covid-19, mereka mendapat dukungan moril melalui doa “kesembuhan” dari keluarga, teman sekerja, teman seangkatan dan masyarakat lingkungan. Para ahli menyebutkan bahwa dukungan psikis adalah obat supplement kesembuhan yang efektif untuk mendukung pendekatan pengobatan konvensional melalui penyediaan obat dan asupan vitamin, (4) Polarisasi interaksi kehidupan dalam keluarga mengalami perbaikan, disamping prilaku hidup sehat dan praktik pengamalan ajaran agama diatas, pelaksanaan 8 fungsi keluarga dapat menjadi “bola efek positif” dari pandemi Covid-19. Kedelapan 8 fungsi tersebut adalah (a) Fungsi Agama (Ketuhanan); (b) Fungsi Cinta Kasih, (c) Fungsi Budaya, (d) Fungsi Perlindungan, (e) Fungsi Kesehatan, (f) Fungsi Pendidikan, (g) Fungsi Ekonomi, dan (h) Fungsi Lingkungan, yang secara simultan lebih mengarah kepada penguatan penerapannya di keluarga.

Belum tersedia informasi yang akurat bagaimana praktik hidup “new normal di era covid-19” baik bagi orang-orang yang sedang melakukan pengobatan; isolasi, maupun sebagai “penyintas Covid-19”. Di banyak contoh nyata, muncul perubahan prilaku kreatif dan produktif individu (pasien) yang tidak mendapat gejala berat, melakukan issolasi mandiri di rumah atau di tempat tertentu. Keseharian dengan isolasi mandiri tidak mengurangi kreatifitas berfikir; mengembangkan ide-ide baru; menuangkan gagasannya ke dalam bahasa lisan, tulisan dan lukisan; mengerjakan pekerjaan yang di bawa ke rumah (Working From Home); dan berbagi pengalaman dengan kolega dan lainnya”.

Di akhir tulisan seri ini, penulis punya kesempatan untuk berbagi “salam spirit” penanggulangan Covid-19 melengkapi penerapan protokol kesehatan dan pemberian obat penyembuhan. Salam semangat tersebut dapat menjadi bagian dari program sosial perubahan perilaku menuju suasana “new normal”. Salam spirit nya berbunyi “Salam DISCO”.

DISCO merupakan 2 (dua) kependekan kata yang “tangible” dengan upaya menyemangati pasien, tenaga kesehatan, relawan sosial, tokoh masyarakat dan pengambil kebijakan. Kepanjangan pertama adalah “Disinfectant Corona” yang menjadi target utama percepatan penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Kepanjangan kedua dari DISCO adalah prilaku positif masyarakat untuk mendukung PROTKES COVID-19, yakni melalui “Doa, Ikhtiar, Sabar, Ceria dan Optimis”. Salam DISCO !!

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img