25.5 C
Padang
Senin, Oktober 18, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bukittinggi Rawan Longsor, Wawako Marfendi: Masyarakat agar Selalu Waspada
B

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Kota Bukittinggi rawan longsor terutama di daerah tepi ngarai. Masyarakat berada di zona merah agar selalu waspada.

Demikian disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar melalui Wakil Wali Kota, Marfendi di Bukittinggi, Kamis (1/4/2021).

Menurut dia, mencarikan solusinya bersama-sama masyarakat, beserta pemerintah daerah terkait Bukittinggi rawan longsor, merupakan hal yang utama.

“Terpenting, kita tidak menginginkan semua budaya-budaya yang baik, yang bisa membentuk karakter masyarakat kota Bukittinggi tidak hilang. Pasalnya, mempertahankan karakter yang baik dapat menjadi modal dalam menjaga Bukittinggi,” katanya.

“Kepada BNPB, kami minta dipetakan
apa yang ada di Bukittinggi ini, sehingga ikon kita di Bukittinggi dapat akan kita angkat kembali,” paparnya.

Wawako mengatakan, ia telah mengadakan pertemuan dengan BNPB pusat, BPBD kota Bukittinggi di rumah makan di Padang Pariaman pada Rabu (31/3/21).

Pada acara pertemuan itu, dihadiri, Dr. Raditia Jati, sebagai Plt. Deputi Sistem dan Strategi BNPB Pusat.

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana, Dodi Yuleova, Kabid Komunikasi Kebencanaan Pusdatinmas, Fitri dan Sekretaris Direktur Pusdatinmas.

Sedangkan untuk BPBD kota Bukittinggi hadir, Ibentaro Samudra sebagai ketua BPBD, Riandi, Kasi Kedariratan dan Logistik, Reynaldo mewakili Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan dan Yuli Atmi Ramandra sebagai staf Pusdalops.

Di acara itu, menurut Marfendi ia mengatakan, wali kota sedang ada acara dinas luar bersama Forkopimda, sehingga tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut.

Raditia menyatakan, kehadiran BPBD bertujuan untuk memelihara agar jangan sampai terjadi musibah bencana, apalagi di daerah-daerah yang memang agak sensitif terhadap bencana.

Sumatera Barat salah satu daerah rawan bencana alam, masyarakat agar bisa dipersiapkan sedini mungkin dalam menghadapinya.

“Keberadaan cagar budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat di Sumatera Barat, jangan sampai hilang begitu saja. Harus dijaga,” ucapnya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img