26.4 C
Padang
Selasa, April 13, 2021
Beritasumbar.com

ASURANSI
A

Kategori -

Oleh : Syaiful Anwar

Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh

Pengertian Asuransi

Usaha asuransi merupakan suatu mekanisme yang memberikan perlindungan pada tertanggung apabila terjadi risiko dimasa mendatang. Apabila risiko itu benar-benar terjadi, pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai yang diperjanjikan antara penangggung dan tertannggung. Mekanisme perlindungan ini sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis yang penuh risiko. Secara rasional para pelaku bisnis akan mempertimbangkan usaha untuk mengurangi risiko yang dihadapi. Pada tingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, asuransi juga dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan ekonomi yang akan dihadapi apabila ada salah satu anggota keluarga menghadapi risiko cacat atau meninggal.

Manfaat Asuransi

Manfaat asuransi bagi tertanggung antara lain:

  1. Rasa aman dan perlindungan

Polis asuransi yang dimiliki oleh tertanggung akan memberikan rasa aman dari resiko atau kerugian yang mungkin timbul.

  • Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil

Prinsip keadilan harus diperhitugkan dengan matang untuk menenukan nilai pertanggungan dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis. Polis asuransi dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh kredit

  • Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan

Premi yang dibayarkan tiap periode mempunyai substansi yang sama dengan tabungan.

  • Alat penyebaran resiko

Resiko yang seharusnya bebankan pada tertanggung ikut dibebankan juga penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.

Membantu meningkatkan kegiatan usaha

Risiko Ketidakpastian

Risiko dalam industry perasuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadi kerugian. Ketidakpastian dan peluang kerugian ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, antara lain ketidakpastian ekonomis, keetidakpastian yang berkaitan dengan alam, ketidakpastian terjadinya perang, pembunuhan, pencurian dan sebagainya.

  1. Risiko murni

Risiko murni adalah suau risiko yang apabila benar-benar terjadi, akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi, tidak akan memberikan kerugian dan tidak jug memberikan keuntungan.

  • Risiko spekulatif

Adalah risiko yang berkaitan dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dan kemungkinan untuk mendapatkan kerugian.

  •  Risiko individu

Adalah risiko yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Ada 3 jenis risiko individu:

  • Risiko pribadi (personal risk)

Risiko pribadi adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh manfaat ekonomi.

  • Risiko harta (property risk)

Risiko harta adalah risiko bahwa harta yang kita miliki hilang, rusak atau dicuri. Dengan kerusakan tersebut, pemilik akan kehilangan kesempatan ekonomi yang diperoleh dari harta yang dimiliki.

  • Risiko tanggung gugat (liability risk)
  • Risiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugin atau lukanya pihak lain.

Risiko yang dihadapi perlu ditangani dengan baik. Dalam menangani risiko tersebut minimal ada 5 cara, yaitu:

  1.  Menghindari risiko (risk avoidance)

Orang yang bersangkutan perlu mempertimbangkan risiko yang mugkin muncul dari aktivitas yang dilakukan. Setelah mengientifikasi orang dapat meneruskan kegiatannya atau dapat juga menarik diri dari kegiatan tersebut. Dengan cara menarik diri ini, sebenarnya orang sudah menghindari risiko.

  • Mengurangi risiko (risk reduction)

Mengurangi risiko berarti mengambil tindakan yang bersifat meminimalisasi kemungkinan terjadinya risiko kerugian.

  • Menahan risiko (risk retention)

Berarti kita tidak melakukanaktivitas apa-apa terhadap risiko tersebut. Risiko tersebut biasanya dapat ditahan karena secara ekonomis biasanya melibatkan jumlah yang kecil.

  • Membagi risiko (risk sharing)

Membagi risiko berarti melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi risiko.

  • Mentransfer risiko (risk transfering)

Berarti memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia serta mampu memikul beban risiko.

 

Prinsip Asuransi

  1. Insurable Interest

Pada dasarnya merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu risiko yang berkaitan dengan keuangan, yang diakui sah secara hukum antara  tertanggung dengan sesuatu yang dipertanggungkan. Syarat yang perlu dipenuhi agar memenuhi kriteria insurable interest:

  1. Kerugian tidak dapat diperkirakan

Risiko yag dapat diasuransikan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian. Kerugian tersebut harus dapat diukur. Selanjutnya kemungkinan terjadinya resiko tersebut tidak dapat diperkirakan terjadinya.

  • Kewajaran

Risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi adalah benda ataupun harta yang memiliki nilai material baik bagi tertanggung maupun penanggung.

  • Catastrophic

Agar suatu barang atau harta dapat diasuransikan, risiko yang mungkin terjadi haruslah tidak akan menimbulkan suatu kemungkinan rugi yang sangat besar.

  • Homogen

Untuk memenuhi syarat dapat diasuransikan, barang atau harta yang akan dipertanggungkan haruslah homogen, yang berarti banyak barang atau harta yang sejenis.

  • Itikad Baik (Utmost Good Faith)

Dalam melakukan kontrak asuransi, kedua belah pihak dilandasi oleh itikad baik (utmost good faith). Pihak penanggung perlu menjelaskan secara lengkap hak dan kewajibannya selama masa asuransi. Pihak tertanggung juga perlu mengungkapkan secara rinci kondisi yang akan diasuransikan sehingga pihak penanggung mempunyai gambaran yang memadai untuk menentukan persetujuan. Kewajiban dari kedua belah pihak untuk mengungkapkan fakta disebut duty of disclosure. Faktor-faktor yang melanggar duty of disclosure adalah:

  1. Nondisclosure

Adanya data-data penting yang tidak diungkapkan sehingga menyalahi utmost good faith.

  • Concealment

Secara sengaja melakukan kebohongan dan tidak mengungkapkan fakta penting.

  • Fraudulent Misrepresentation

Sengaja memberikan gambaran yng tidak cocok dengan kondisi riil.

  • Innocent Misrepresentation

Secara tidak sengaja member gambaran yang salah yang memiliki pengaruh besar dalam proses asuransi.

  • Indemnity

Konsep indemnity adalah mekanisme penanggung untuk mengompensasi risiko yang menimpa tertanggung dengan ganti rugi financial. Prinsip indemnity tidak dapat diterapkan dalam asuransi kecelakaan dan kematian. Indemnity ini dapat dilakukan dengan beberap cara yakni pembayaran tunai, penggantian, perbaikan, dan pembangunan kembali.

  • Proximate Cause

Adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengkibatkan terjadinya suatu peristiwa secara berantai atau berurutan tanpa intervensi suatu ketentuan lain, diawali atau bekerja  dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.

  • Subrogation

Merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada  tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian.

  • Kontribusi

Yaitu bahwa penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing belum tentu sama besar.

Polis Asuransi

Polis asuransi adalah bukti atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian asuransi. Dengan adanya polis asuransi pejanjian antara kedua belah pihak memiliki kekuatan hukum sehingga pihak tertanggung memiliki jaminan bahwa pihak penanggung akan mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung akibat peristiwa yang tidak terduga.

Polis asuransi memuat hal-hal sebagai berikut:

  1. Nomor polis
  2. Nama dan alamat tertanggung
  3. Uraian risiko
  4. Jumlah pertanggungan
  5. Jangka waktu pertanggungan
  6. Besar premi, bea materai dan lain-lain
  7. Bahaya-bahaya yang yang dijaminkan
  8. Khusus untuk polis pertanggungan kendaraan bermotor ditambah dengan nomor polisi, nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Premi Asuransi

Premi Asuransi adalah kewajiban pihak tertanggung kepada pihak penanggung yang berupa pembayaran uang dalam jumlah tertentu secara periodik. Jumlah premi sangat tergantung pada faktor-faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya tingkat risiko dan jumlah nilai pertanggungan. Selain itu pihak penanggung biasanya juga nilai waktu uang yang dibayarkan oleh pihak tertanggung. Jangka waktu pembayaran premi sangat tergantung pada perjanjian yang sudah diituangkan dalam polis asuransi. Jangka waktu pembayaran dapat bulanan, triwulan, semesteran, atau tahunan.

Insurable Risks

Sebagimana telah dijelaskan, pihak yang dapat mengasuransikan suatu benda adalah pihak yang memiliki insurable interest. Timbul pertanyaan, risiko apa saja yang dapat kita pertanggungkan? Secara teoritis, seluruh kesempatan yang dapat menimbulkan kerugian dapat saja diasuransikan, di antaranya mungkin ada yang tidak dapat dipertanggungkan dengan nilai atau harga layak. Insurable interest pada prinsipnya adalah semua risiko yang dapat dipertanggungkan. Oleh karena itu, untuk mengasuransikan suatu resiko, beberapa karakteristik atau ciri harus dipenuhi. Sepanjang risiko tersebut memenuhi sifat ini, maka risiko yang bersangkutan dikatakan insurable risks, yang disingkat dengan LURCH.

Ø  Loss – Unexpected

Risiko yang dapat diasuransikan atau isurable risks harus berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian (loss). Kerugian tersebut harus dapat diukur dan harus dapat dipastikan waktu dan tempatnya. Harus disebut kapan atau dimana  risiko tersebut akan terjadi dan berapa banyak kira-kira jumlah kerugian finansial. Selanjutnya, dalam insurable risks tidak dapat diperkirakan kepastian risiko tersebut benar-benar terjadi, misalnya kecelakaan. Kecelakaan sulit diperkirakan kepastiannya, mungkin saja akan terjadi atau tidak sama sekali.

Risiko terjdinya tabrakan suatu pesawat misalnya, merupakan insurable, sebab kita tidak dapat memastikan bahwa pesawat tersebut akan atau tidak akan bertabrakan. Risiko habisnya atau rusaknya sepatu karena dipakai tidak termasuk insurable karena kita dapat memastikan bahwa pada waktunya sepatu tersebut sudah jelas pasti akan habis atau rusak karena terpakai.

Oleh karena itu, secara umum dapat dikatakan bahwa terjadinya kerugian haruslah merupakan kecelakaan atau karena di luar kontrol atau kemampuan seseorang dan bukan hal yang dapat direncanakan.

Contoh sifat insurable risks akibat terjadinya kerugian yang tidak diperkirakan, yaitu:

  • Mengasuransikan kerugian dari kemungkinan terbakarnya rumah tempat tinggal.
  • Mengasuransikan tanaman/panen dari serangan hama/bencana alam.

Ø  Reasonable

Risiko yang dapat dipertanggungkan adalah benda yang memiliki nilai, baik dari pihak penanggung maupun dari pihak tertanggung. Misalnya, mengasuransikan pulpen yang nilainya hanya Rp. 1.000,- Benda tersebut sudah jelas tidak bernilai untuk diasuransikan karena pengurusan, biaya polis, kemungkinan lebih seringnya pulpen tersebut hilang, akan mengakibatkan pembayaran klaim dan biaya polis akan lebih mahal daripada nilai barang yang dipertanggungkan tersebut. Contoh lain misalnya, membeli polis asuransi jiwa senilai Rp. 1 miliar untuk jiwa seseorang  yang pekerjaannya adalah menyeberangi jurang sedalam 500 meter di atas seutas tali sebanyak 3 kali sehari.

Dalam kondisi ini, kesempatan terjadinya kerugian akan menjadi teramat sangat tinggi sehingga untuk menutup pertanggungan tersebut, perusahaan asuransi akan mengenakan biaya pertanggungan yang sangat tinggi pula. Kejadian kerugian dengan resiko khusus, tingkat probabilitas terjadinya kerugian, frekuensi kemungkinan akan terjadinya kerugian, akan mempengaruhi besarnya jumlah biaya pertanggungan yang dikenakan oleh perusahaan asuransi. Atau dengan kata lain, harga polis akan menjadi lebih tinggi.

Ø  Catastrophic

Supaya suatu resiko dapat digolongkan sebagai insurable, risiko tersebut haruslah tidak akan menimbulkan suatu kemungkinan rugi yang sangat besar. Jika sebagian besar pertanggungan kemungkinan akan mengalami kerugian pada waktu bersamaan akibat suatu bencana, hal tersebut tidak digolongkan sebagai insurable risks, yaitu risiko tersebut tidak dapat dipertanggungkan. Perlu diingat bahwa asuransi pada prinsipnya adalah suatu sistem di mana banyak pihak membantu membayar kerugian yang tidak sering dan banyak terjadi. Sehingga apabila terjadi banyak kerugian atau klaim,  maka  sistem  tersebut  tidak  akan  berfungsi. 

Contoh  insurable  risks untuk karakteristik ini adalah menerima pertanggungan semua rumah yang dibangun di suatu wilayah berpantai yang sering terjadi gelombang pasang dan badai topan yang dapat merubuhkan dan menghancurkan semua rumah di wilayah tersebut.

Ø Homogeneous

Homogeneous berarti sama atau serupa dalam bentuk atau sifat. Supaya dapat memenuhi sifat insurable, maka barang atau benda yang akan dipertanggungkan haruslah homogen, artinya banyak barang yang serupa atau sejenis. Hal tersebut berkaitan dengan prinsip bahwa asuransi menutup sejumlah besar risiko supaya dapat membayar beberapa kerugian dari yang dipertanggungkan tersebut. Apabila terdapat banyak risiko dalam suatu kelompok pertanggungan, maka asuransi tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

 Hal ini juga berkaitan dengan prinsip the law of large numbers. Seandainya kita ingin mengetahui besarnya kemungkinan  kerugian suatu benda, kita harus memiliki jenis pertanggungan yang serupa sebagai bahan perbandingan untuk memperkirakan kerugian yang mungkin terjadi tersebut. Jadi, apabila sesuatu yang dipertanggungkan tidak umum atau semacamnya pada dasarnya tidak termasuk insurable.

Peril Dan Hazards

Peril dan hazards berkaitan dengan risiko dan ketidakpastian yang telah dijelaskan terlebih dahulu. Peril secara sederhana dapat diartikan sebagai penyebab atau yang mungkin dapat menyebabkan suatu kerugian. Dalam praktiknya, istilah “penyebab kerugian” kadang- kadang digunakan dalam polis asuransi yang pada dasarnya dimaksudkan sebagi peril. Peril yang umum adalah kebakaran, kemalingan, badai, banjir, dan ledakan. Masing-masing peril tersebut dapat menyebabkan suatu kerugian. Oleh karena itu, penyebab kerugian dalam hubungannya dengan asuransi dinamakan peril. Hazard adalah setiap keadaan yang dapat menciptakan atau mendorong kesempatan timbulnya kerugian dari peril. Misalnya, kebakaran adalah suatu peril atau penyebab kerugian. Akan tetapi, bensin yang disimpan dekat kompor merupakan suatu hazard, yaitu sesuatu yang dapat memberikan atau mempercepat peluang peril kebakaran yang akan menyebabkan suatu kerugian.

Contoh bentuk peril dan hazard:

  1. Merokok di dalam pabrik dinamit (hazard)
    1. Terjadi letusan di dalam ruang mesin (peril)
    1. Rem mobil yang tidak berfungsi (hazard)
    1. Tabrakan yang melibatkan bus dan kendaraan lain (peril)
    1. Kebanjiran yang mengakibatkan kerugian besar para petani

Selanjutnya hazard dapat dibedakan dalam 3 macam bentuk sebagai berikut:

  1. Physical hazard
  2. Morale hazard
  3. Moral hazard

Ø  Physical hazard

Physical hazard adalah hazard yang timbul dari kondisi fisik penggunaan barang yang dipertanggungkan. Contoh, bensin yang disimpan dalam garasi atau menggunakan gudang untuk pabrik petasan. Keadaan-keadaan tersebut di atas dapat menjadi penyebab terjadinya suatu kerugian.

Ø   Morale hazards dan Moral hazards

Morale hazards dan moral hazard bukan merupakan keadaan yang bersifat fisik yang dapat memperbesar peluang terjadinya suatu kerugian, akan tetapi lebih berkaitan dengan sifat dan tindakan tertanggung. Morale hazards adalah hazard akibat kelalaian dan tindakan yang tidak bertanggung jawab yang  akan menyebabkan terjadinya suatu kerugian. Moral hazard adalah hazard di mana seseorang dengan sengaja menyebabkan suatu kerugian dengan maksud memperoleh uang asuransi atau kompensasi lain.

Contoh morale dan moral hazards:

  1. Tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil karena hanya mengganggu posisi duduk (morale hazard).
  2. Meninggalkan mobil tanpa terkunci sama sekali karena mobil tersebut telah diasuransikan (morale hazard).
  3. Toko sengaja dibakar untuk mendapatkan uang asuransi (moral hazard).
  4. Bensin sengaja disimpan dekat api dalam  suatu ruangan yang telah dipertanggungkan (moral hazard).

Penggolongan Asuransi

  1. Menurut Sifat Pelaksanaannya
    1. Asuransi sukarela

Pada prinsipnya pertanggungan dilakukan dengan cara sukarela, dan semata-mata dilakukan atas kesadaran akan kemungkinan terjadinya risiko kerugian atas sesuatu yag dipertanggungan tersebut, missal: asurans kecelakaan, asuransi tenaga kerja dan sebagainya.

  • Asuransi wajib

Merupakan asuransi yang sifatnya wajib dilakukan pihak-pihak terkait yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah.

  • Menurut Jenis Usaha Perasuransian
    • Asuransi Kerugian (nonlife insurance)

Asuransi kerugian menurut Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 yaitu usaha  yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Usaha asuransi kerugian dapat dibagi sebagai berikut:

  • Asuransi kebakaran  adalah asuransi yang menutup risiko kebakaran.
    • Asuransi pengangkutan adalah asuransi pengangkutan (marine insurance) penanggung atau perusahaan asuransi akan menjamin kerugian yang dialami tertanggung akibat terjadinya kehilangan atau kerusakan pada saat pelayaran.
    • Asuransi aneka adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat digolongkan ke dalam asuransi kebakaran dan asuransi pengangkutan. Misalnya asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri dan sebagainya.
  • Asuransi Jiwa (life insurance)

Asuransi jiwa adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seorang yang dipertanggungkan.

Asuransi jiwa memberikan:

  1. Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan
    1. Santunan bagi tertanggung yang meninggal
    1. Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh meninggalnya orang kunci
    1. Penghimpunan dana untuk persiapan pension
    1. Ruang lingkup usaha asuransi jiwa dapat diolongkan menjadi:
    1. Asuransi jiwa biasa (ordinary life insurance)
    1. Asuransi jiwa kelompok (group life insurance)
    1. Asuransi jiwa industrial (indusrial life insurance)
  • Reasuransi

Dalam menjalankan ada kemungkinan perusahaan asuransi menanggung risiko yang lebih besar dari kemampuan finansialnya. Untuk mengatasi hal  itu perusahaan dapat membagi risiko dengan pihak lain. Penyebaran risiko tersebut dapat dilakukan dengan dua mekanisme, yaitu koasuransi dan reasuransi. Koasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan secara bersama atas suatu objek asuransi. Sedangkan reasuransi adalah proses mengasuransikan kembali pertanggungjawaban pada pihak tertanggung. Pihak tertanggung biasa disebut sebagai ceding ompany dan pihak penanggung disebut reasuradur.

Fungsi reasuransi adalah:

  1. Meningkatkan kapasitas akseptasi
    1. Alat penyebaran risiko
    1. Meningkatkan stabilitas usaha

Mekanisme reasuransi antara lain:

  1. Treaty dan facultative reinsurance

Mekanisme ini disebut juga automatic reinsurance. Dalam model ini reasurasur memberikan sejumlah pertanggungan yang dinginkan dengan perjanjian kontrak dan reasuradur harus menerima jumlah yang ditawarkan.

  • Reasuransi proporsional

Pembagian risiko antara ceding company dengan reasuradur dilakukan  secara   proporsional   berdasarkan   jumlah   retensi   yang   telah ditetapkan.

Retansi adalah jumlah maksimum risiko yang ditahan atau ditanggung oleh ceding company.

  • Reasuransi nonproporsional

Bentuk ini memberikan kemungkinan bagi reasuradur untuk tidak membayar klaim atau membayar klaim terbatas jumlah yang ada dalam treaty.

Usaha penunjang

  1. Pialang asuransi

Adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung.

  • Pialang reasuransi

Adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi.

  • Penilai kerugian asuransi

Adalah usaha yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian objek asuransi yang dipertanggungkan.

  1. Konsultan aktuaria

Adalah usaha yang memberikan jasa konsultan aktuaria.

  • Agen asuransi

Adalah usaha yang memberikan jasa keperantaraan dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.

Baca Juga: PEGADAIAN

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Padang,BeritaSumbar.com,-Anggia Erma Rini Wakil ketua Komisi IV DPR RI melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan bertempat di Hotel Pangeran Beach. Padang, Minggu (11/04).
- Advertisement -

Mengintip Pemilihan Legislatif Tingkat Nagari Di Simpang Kapuak Dalam Kabupaten Lima Puluh Kota

Lima Puluh Kota, beritasumbar.com - Pada Rabu (7/4) puluhan warga Jorong Lobuah Tunggang Nagari Simpang Kapuak berbondong-bondong menuju bangunan Taman Kanak-kanak (TK) yang terletak...

Pemko Payakumbuh Kembali Sukses Gelar Lomba Karya Inovasi dan Teknologi Tepat Guna

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) kembali menggelar Lomba Karya Inovasi dan Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota Tahun 2021.
- Advertisement -

Pasca Bencana Angin Kencang, Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak Belum Diperbaiki.

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Angin kencang yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan rusaknya Kantor Walinagari Sungai Balantiak Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50Kota. Sebagian atap kantor tersebut terbang dibawa angin dan salah satu gonjongnya patah.

Gubernur Sumatra Barat Serahkan Sertifikat Hafiz Qur’an Kepada Santri PontrenMu Kauman

Padangpanjang, BeritaSumbar.com,- H. Mahyeldi, SP menyerahkan sertifikat tanda kelulusan sebanyak 128 bagi para penghafal Qur’an yang merupakan santriwan - Santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) Kauman Padang Panjang.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

DPRD Lima Puluh Kota Dorong Pemda Tangkap Peluang Ekonomi Yang Ditawarkan Gubernur Jawa Barat

Lima Puluh Kota,  - Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Deni Asra mendorong pemerintah daerah setempat agar segera mengambil peluang ekonomi yang ditawarkan Gubernur...

Terkait Kebijakan Impor Beras, ini Komentar PPI

Jakarta,-Pemerintah baru saja memutuskan untuk melakukan impor beras 1 juta ton dan menugaskan Bulog untuk melaksanakan kebijakan impor tersebut. Terkait dengan kebijakan tersebut, PPI merasa perlu untuk menyampaikan pandangan

Permata Bank dan Astra Life Luncurkan AVA iFamily Protection

Produk e-bancassurance inovatif hasil kolaborasi PermataBank dan Astra Life yang memberikan santunan rawat inap hingga Rp3jt per hari, hadirkan produk perlindungan dan layanan terbaik yang terdigitalisasi bagi keluarga Indonesia

NYALA | OCBC NISP Luncurkan Solusi Finansial Fitness Guna Membangun Generasi Indonesia yang Financially Fit

Solusi Financial Fitness by NYALA OCBC NISP fokus membangun generasi Indonesia agar memiliki pengetahuan, kebiasaan dan mindset finansial yang tepat. Solusi Financial Fitness hadirkan lebih dari sekadar produk keuangan, ini adalah program pendampingan keuangan untuk membawa Indonesia melaju jauh menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045.

Wujudkan Transaksi di Sumbar Berbasis Syariah, Ini Harapan Mahyeldi dan Wako Payakumbuh

Payakumbuh, beritasumbar.com - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat mengharapkan masyarakat lebih paham dengan ekonomi syariah serta ke depannya semua transaksi keuangan di daerah...

DEREKSI hadir di Padang

Hallo Sumbar. YEAY!! 🤗 DEREKSI hadir di Padang niiih 😍😍 Khawatir tidak efektif? Dengerin dulu testimoni dari alumni kita 😊

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi

Pemuda yang memiliki nama lengkap Brian Fakhrul Razi ini, selain memiliki wajah yang rupawan dan sendu, ternyata adalah salah satu sosok pengusaha muda yang terbilang sukses di Jambi yang memiliki garis keturunan dari ibu asli dari Balai Tangah lintau.

Yakin diminati warga, MS Glow hadir di Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Salah satu produk skin care dan kosmetik yang banyak digemari di pasar daring, toko MS Glow hadir di Kota Payakumbuh, Sumatera...

Ketua DPRD Sumbar Sebut Pasar Ekraf Geliatkan Ekonomi

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Ketua DPRD Sumbar Supardi menilai kehadiran pasar ekonomi kreatif (ekraf) merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan kembali Usaha Mikro Kecil Menengah...

Nasrul Abit Apresiasi Pasar Ekraf di Payakumbuh

Payakumbuh BeritaSumbar.com - Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abid menilai Pasar Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang digelar di Kota Payakumbuh merupakan salah satu langkah untuk kembali...
- Advertisement -