27 C
Padang
Sabtu, Januari 23, 2021
Beritasumbar.com

Anak, Bukan Pelampiasan Kemarahan Tapi Aset Masa Depan!
A

Kategori -

BeritaSumbar.com,-Anak adalah tunas, potensi dan generasi penerus cita-cita bangsa, memiliki peran strategis dalam menjamin eksistensi bangsa dan negara dimasa mendatang. Diharapkan mereka kelak dapat memikul tanggung jawab itu, maka
mereka perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara fisik, mental, sosial maupun spiritual, mereka perlu mendapatkan hak nya dengan baik.
Sebagian besar orang tua memilih sistem reward dan punishment, bila anak berbuat nakal maka orang tua akan menghukumnya. Akan tetapi hukuman yang sering kali dipilih adalah berupa hukuman fisik ketika anak melakukan kesalahan. Pengaruh media massa pada saat ini sangatlah
berperan pada terjadinya tindak kekerasan, yaitu mulai dari audio visual dan cetak, menyusupkan berbagai macam tindak kekerasan dalam sajian mereka. Dulu, masyarakat hanya dapat menyaksikan kekerasan ketika mereka dapat menonton televisi yang menayangkan tindak kekerasan.
Namun saat ini, setiap orang dapat menyaksikan tindak kekerasan dalam tayangan seperti berita kriminalitas, sinetron yang menayangkan adegan-adegan kekerasan dari orang tua yang menyiksa anaknya sendiri dalam mendidik anak maupun istrinya. Tayangan sinetron ini membuat masyarakat berkecenderungan untuk meniru apa yang mereka tonton untuk mendisiplinkan seorang anak melalui cara kekerasan.
Disamping pengaruh media massa, ada fenomena istilah pewarisan antar generasi sering ditemui di masyarakat. Dimana orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anaknya, dimasa lalu pernah mengalami didikan seperti itu dari orang tua hingga didikan melalui kekerasan itu tertanam dalam dirinya dan kemudian dilakukan ketika mereka menjadi orang tua. Terjadinya kekerasan terhadap anak
dalam rumah tangga atau keluarga, akibat dari rapuhnya tatanan keluarga. Karakteristik tatanan keluarga yang rapuh diantaranya adalah ketidakmampuan orang tua dalam mendidik anak dengan sebaik-baiknya, yaitu tidak muncul nya perhatian, kelembutan dan kasih sayang orang tua terhadap anak. Ruang keluarga yang dihiasi oleh suasana pertengkaran, perselisihan dan permusuhan adalah sumber terjadinya kekerasan.
Laporan “Global Report 2017: Ending Violence in Childhood” mencatat 73,7 % anak Indonesia berusia 1–14 tahun mengalami kekerasan fisik dan agresi psikologis di rumah sebagai upaya pendisiplinan (violent discipline). Angka ini menunjukkan kekerasan pada anak di Indonesia masuk pada tahap memprihatinkan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ratna Dewi Anggraini di Situbondo Jawa Timur, kekerasan terhadap anak memiliki dampak yang begitu menakutkan. Dampak kekerasan terhadap fisik, dampak kekerasan terhadap psikis dan sosial.
Dampak kekerasan terhadap fisik diperoleh temuan bahwa, dari kekerasan yang dialami seorang anak dampak yang dirasakan bisa berupa rasa sakit secara fisik yaitu luka-luka, benjolan ditubuhnya, memar, dan ada juga dampak yang dirasakan anak yaitu malu bertemu dengan orang lain. Dampak kekerasan terhadap psikis anak berupa sikap anak yang menarik diri dari lingkup rumah tangganya, kata-kata kasar yang selalu diterimanya itu menjadi kebiasaan sendiri untuk berbicara seperti itu. Yang paling menakutkan adalah anak memiliki rasa ketakutan yang tinggi sehingga akan mengasingkan diri dari orang banyak, jika kondisi ini dibiarkan terus menerus maka anak secara perlahan akan mengalami gangguan kejiwaan.
Masalah ini tentu memerlukan perhatian yang serius dalam menghadapi nya. Bagi orang tua diharapkan untuk lebih menahan diri tidak melakukan kekerasan terhadap anak. Banyak cara yang lebih manusiawi untuk mendidik generasi penerus yang menjadi harapan bangsa. Buang persepsi bahwa kekerasan terhadap anak bisa membuat anak lebih disiplin. Persepsi ini salah besar. Pemikiran primitif ini harus dihilangkan. Anak bukan peliharaan yang bisa dipukul untuk mengajarinya. Tetapi anak adalah aset masa depan keluarga. Pemerintah diharapkan juga melakukan sosialisasi pada masyarakat tentang pola asuh pada anak, sehingga dalam pengasuhan dan pendidikan tidak dikenal lagi yang namanya kekerasan!
Penulis: M. Ariful Fikri (Ketua PC Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Kota Payakumbuh)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Jemput Bola, Sijunjung Adakan Samsat Keliling

Mobil Samsat keliling mempermudah dan meningkatkan gairah masyarakat untuk membayar pajak kendaraan mereka, kata Kepala Samsat Sijunjung, Masri, diruang kerja, Kamis (21/1).
- Advertisement -

Tidak Terima Aliran Listrik Diputus Sepihak, Warga Datangi PLN UPP Lintau

Tanah Datar, beritasumbar.com Dugaan pemutusan sementara secara sepihak oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit pelayanan pelanggan Lintau terhadap satu unit rumah miliki SE (65)...

Bantuan Covid- 19 Untuk TPA Tidak Transparan, Pengurus Dilaporkan Ke Polisi

Tanah Datar, beritasumbar.com- Diduga dana bantuan Covid-19 Taman Pendidikan Al-qur'an (TPA) Surau Annur, Jorong Tanjung Tengah, Nagari Tanjung Bonai,Kecamatan Lintau Buo Utara tidak transparan,...
- Advertisement -

Sekolah TK dan Paud Dimasa Pandemi, Ini Komentar Bunda Paud Payakumbuh

Guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19 dan aktifitas masyarakat bisa berjalan, Pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan.

Pemerintah Kota Payakumbuh Gelar FGD Payakumbuh Dalam Angka Tahun 2021.

Sehubungan dengan semakin dekatnya percepatan rilis Publikasi Payakumbuh. Dalam Angka 2021 yang jatuh pada akhir bulan Februari tahun 2021 mendatang, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh mengadakan Forum Group Discusion (FGD) yang dilaksanakan secara virtual via zoom meeting, Selasa(19/1).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...
- Advertisement -