26.1 C
Padang
Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Adanya Warga Bunuh Diri Diduga Masalah Ekonomi, Erman Safar Minta Lurah Keliling Tanyai Beras Masyarakat
A

Kategori -
- Advertisement -

Bukittinggi, beritasumbar.com — Percakapan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar di group internal ASN dilingkungan pemerintah kota (Pemkot) setempat, yang isinya menyentuh perasaan beredar luas di jejaring sosial.

Isi percakapan yang telah discreenshot didapatkan media ini, Selasa (20/4/2021), meminta perangkat pemerintahan terbawah agar menanyakan keadaan masyarakat, masih ada berasnya atau tidak, serta sudah makan atau belum.

Berikut kalimat dari pesan Erman Safar beredar yakni, Faktor ekonomi biasanya pak haji. Pelajaran untuk kita semua. Kalau iya karena miskin dia bunuh diri. Siap-siap untuk pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Selanjutnya, kalimat dari Erman Safar membuat yaitu, besok lurah dan camat, telusuri pemukiman miskin, pakai motor, tanya keadaan mereka. Tanya berasnya masih ada tidak. Tanya alah (sudah, red) makan atau belum. Jalankan besok.

Potongan kalimat tersebut sudah bisa diprasangkakan sebuah perintah. Rupanya Erman Safar membuat kalimat seperti itu terkait adanya seorang pria warga Bukittinggi diduga bunuh diri karena permasalahan rumah tangga.

Pria berinisial DB (48) itu, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri dalam rumah, di Kelurahan Manggis Ganting, Kota Bukittinggi.

Korban bunuh diri diduga persoalan rumah tangga, diperkuat dari keterangan Kapolsek Bukittinggi, AKP Dedy Adriansyah Putra.

“Bahwa korban meninggal akibat bunuh diri diduga adanya permasalahan dengan istrinya,” kata Kapolsek ke wartawan pada, Senin (19/4/2021).

Pada isi percakapan Erman Safar selanjutnya, membuat kalimat berupa, Target awal makan se (saja, red) dulu. Jan ado nan ndak makan (Jangan ada yang tidak makan, red).

Kalau ada warga yang tidak makan, saya beri sanksi pada lurahnya. Ada Baznas, ada Dinsos, ada dana CSR, ada saya dan ada wawa. Pantau waga kita. Jangan mengharapkan info dari RT dan RW saja. Keliling foto kirim ke sini.

Demikian sepenggal kalimat Erman Safar di group internal ASN tersebut beredar. Bisa jadi wako Erman Safar mengeluarkan kalimat seperti itu, tujuannya tidak ada lagi kasus sama dikemudian hari lagi, makanya lurah sebagai garda terdepan diminta pantau warga, dengan jangan mengharapkan info dari RT dan RW saja.

Untuk diketahui, korban bunuh diri tersebut ditemukan pada Senin sore sekitar pukul 18.30 WIB. Ketika itu korban ditemukan tergantung di pintu kamar dengan menggunakan kabel sepanjang satu meter.

Kejadian dilaporkan ke polisi. Setelah diperiksa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun dari handphone korban diketahui bahwa dia sempat pamit kepada istrinya. (adil)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img