Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, -Tingginya curah hujan akhir akhir ini cukup berdampak buruk bagi beberapa daerah di Sumatera Barat. Seperti di Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 Nagari ada sekitar 6 kecamatan terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Adapun longsor tampak terjadi di Koto Alam, kecamatan Lareh Sago Halaban, Bukit Barisan dan Aka Biluru. Adapun banjir boleh disebut merata terdampak, namun ada 6 kecamatan yang terparah. Berkat koordinasi lintas provinsi, pihak PLN Koto Panjang Riau sudi membuka sebagian pintu bendungan.

Dibidang pendidikan, adalah 9 sekolah terdampak banjir di Kabupaten Limapuluh Kota, sebagaimana diterangkan Kepala Dinas Pendidikan Indrawati Munir melalui Kabid Dikdas diwakili Arizal, S. Pd diwakili Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Wandi Putra, S.Ag di ruang kerjanya, Rabu (11/12).

“Sejauh ini ada beberapa sekolah direndam banjir. Alhamdulillah ujian semester I telah berakhir dilaksanakan. PBM tidak begitu terganggu, karena sekarang sudah pada kegiatan classmeeting (lomba antar kelas). Ada satu, yakni SDN 06 Taram yang ujiannya ditunda sehari. Dan itu sudah diputuskan pemerintah. Ujian susulan dilaksanakan. Selain itu di SDN 02 nagari Sei Antuan kecamatan Mungka juga, terparah,”terang Wandi Putra.

Dengan ditetapkannya Lima Puluh Kota dinyatakan Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor, maka Selasa (10/12/2019) Bupati Lima puluh Kota Irfendi Arbi melalui Kalaksa BPBD Joni Amir menggelar Rapat Koordinasi pihak terkait.

Berikut data Sementara Sekolah yang terdampak banjir :

1. TK PKK Jorong Bancah Nagari Batu Balang, Harau

2. TK Darma Wanita Jorong Parit Dalam, Kec. Payakumbuh

3. SDN 01 Tarantang Kec. Harau

4. SDN 08 Sarilamak Jorong Buluh Kasok

5. SDN 02 Sungai Antuan, Kec.. Mungka

6. SDN 06 Mungka

7. SDN 05 jorong Kubu Gadang Kenagarian Taeh Baruh, kecamatan Payakumbuh

8. TK An Nur, Kec. Payakumbuh

9. SDN 04 Manggilang, Kec. Pangkalan

“Meski saat ini saya sedang dinas di Jakarta, namun ingatan saya masih pada kondisi terkini di Lima Puluh Kota, “ungkap Indrawati Munir saat dihubungi awak media.

Terkait genangan air di wilayah tugasnya, Walinagari Taeh Baruh Safri, menyebutkan bahwa daerah dan sekolah yang direndam banjir tergolong dataran rendah. Pihaknya sudah berkoordinasi secara berjenjang.

“saat ini memang musim hujan. Sebagian daerah dan fasum digenangi air. Kita rencanakan polongan kecil dan riol akan direvitalisasi kedepan. Semoga bisa diganti dengan Plat Duiker,”singkatnya.(*)

loading...