30 C
Padang
Sabtu, Januari 16, 2021
Beritasumbar.com

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring
2

Perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ini, menyebabkan beberapa dosen untuk mengalihkan kegiatan pemberian materi kuliah mereka menjadi tugas atau semacam presentasi online.

Kategori -

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas

Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluarkan keputusan presiden yang berisi himbauan untuk melaksanakan seluruh kegiatan atau aktivitas dari rumah, tak terkecuali kegiatan akademik dari perguruan tinggi di Indonesia dikarenakan adanya wabah Covid-19. Hal ini membuat seluruh perguruan tinggi mengubah prosedur kuliah dari yang awalnya tatap muka menjadi kuliah daring.

Perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ini, menyebabkan beberapa dosen untuk mengalihkan kegiatan pemberian materi kuliah mereka menjadi tugas atau semacam presentasi online. Pemberian tugas semacam ini tentu mengundang berbagai reaksi keluh kesah dari satu atau bahkan banyak kalangan mahasiswa. Mulai dari keluhan jumlah tugas yang terasa menjadi dua kali lipat, kuota internet cepat habis dan koneksi yang tidak stabil, dan waktu kuliah yang terkadang menjadi fleksibel dan berlebih dari waktu kuliah tatap muka.

Keluh kesah ini akhirnya mulai menurun semenjak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim pada jum’at (20/10/2020) mengizinkan pemerintah daerah untuk melakukan pembukaan sekolah atau kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh zona risiko virus corona mulai Januari 2021. Hal ini tentu saja menjadi angin segar bagi mahasiswa karena jika sekolah diperbolehkan maka perguruan tinggi berkemungkinan besar juga akan diperbolehkan.

Pada konferensi pers daring pada Jumat (20/11/2020), menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali memberi tahu bahwa kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi juga bisa kembali digelar secara tatap muka dan untuk teknis belajar kembali secara tatap muka di kampus segera ditetapkan dalam waktu dekat. 

Pada konferensi ini Nadiem Makarim menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka DIPERBOLEHKAN, tidak DIWAJIBKAN. Untuk anak yang orang tuanya melarang maka boleh tidak mengikuti kuliah offline. Untuk menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka diperlukan izin dari pemerintah dan orang tua.

Pembelajaran luar jaringan ini diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Jika ditinjau dari daerah Sumatra barat, kasus positif Covid-19 pada kurva dari bulan oktober-november 2020 menunjukkan penurunan. Hal ini bisa menjadi pertimbangan dari pemerintah daerah untuk mengizinkan pembelajaran luar jaringan.

Berdasarkan survey yang telah dilakukan banyak sekali pelajar maupun mahasiswa yang berpendapat bahwa pembelajaran di dalam jaringan ini semakin hari membuat dampak negatif seperti mata minus karena menatap layar tanpa henti bahkan pembelajaran yang sulit dimengerti sehingga berimbas kepada ketakutan mahasiwa terhadap penilaian akhir nantinya.

Sistem kuliah daring serta kondisi yang mengharuskan untuk tetap berada di dalam rumah juga membuat kita menjadi overthinking, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan kecemasan. Bagaimana jika nilai semester ini hancur? Mengapa tidak pernah bisa paham dengan materi yang disampaikan? Bagaimana orang lain bisa terus belajar dan produktif sementara saya hanya bermalas-malasan? Kapan pandemi ini akan berakhir? Dan bagaimana jika pandemi ini terus berlanjut sehingga kuliah daring akan dilanjutkan sampai semester depan? Pikiran-pikiran yang timbul ini nantinya juga dapat membuat sebagian pelajar yang tidak mampu mengontrol emosinya menjadi stress dan depresi.

Namun dengan adanya informasi bahwasannya kuliah tatap muka akan dilaksanakan mulai Januari 2021 harusnya dapat membuat para mahasiswa lebih semangat lagi belajar karena pembelajaran secara normal yaitu tatap muka akan dilaksanakan lebih kurang sebulan lagi. Rasa cemas, stress dan overthinking yang berkecamuk selama perkuliahan daring diharapkan mulai diperbaiki agar ketika kuliah tatap muka dilaksanakan tidak terkena dampak.

Perkuliahan tatap muka nantinya tentu saja harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, jangan sampai kegiatan ini menimbulkan klaster yang baru. Hal ini juga akan membutuhkan dukungan pemerintah untuk mewujudkannya seperti menetapkan kebijakan-kebijakan baru untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, satgas penanganan Covid-19 yang tanggap di setiap daerah untuk memastikan resiko penyebaran terkendali dan dapat diminimalisir, serta tentu saja masyarakat sipil yang harus mematuhi setiap protokol Covid-19 yang dianjurkan pemerintah maupun satgas penanganan covid-19 agar bisa terealisasi.

Antisipasi awal perkuliahan tatap muka juga diperlukan, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah, antisipasi ini bisa berupa melakukan isolasi kepada mahasiswa yang berada diluar sumbar selama 14 hari dan juga menyediakan fasilitas karantina apabila terdapat klaster baru.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Ribuan Guru Di Payakumbuh Telah Ikuti Rapid Tes

Payakumbuh, beritasumbar.com - Ribuan guru di Kota Payakumbuh mengikuti rapid tes antibodi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona disease 2019 (Covid-19) di sekolah. "Sekarang proses belajar...
- Advertisement -

Payakumbuh Minta Guru Beri Contoh Pada Siswa Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan

Payakumbuh, beritasumbar.com -Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal memaparkan perihal pembelajaran tatap muka yang telah dilaksanakan, beberapa catatan atau evaluasi yang didapatkan oleh tim gugus...

Komisi IV DPRD Serta Dinas LH Sumbar Sambangi PLTMH Lintau,Kami Tidak Menemukan Pelanggaran

Anggota Komisi IV DPRD Beserta Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Sumatera Barat menyambangi Proyek PLTMH Kalo Kalo di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar,Selasa 12/10/2016.
- Advertisement -

Ribuan Guru Di Payakumbuh Telah Ikuti Rapid Tes

Payakumbuh, beritasumbar.com - Ribuan guru di Kota Payakumbuh mengikuti rapid tes antibodi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona disease 2019 (Covid-19) di sekolah. "Sekarang proses belajar...

Taruko Menuju Kampung Wisata

Mengawali tahun 2021, Kota Payakumbuh mencoba siapkan destinasi unggulan untuk menarik wisatawan datang. Destinasi tersebut berada di Taruko, Kelurahan Ikua Koto Dibalai, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi terkait masalah ini dengan berbagai upaya...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang beredar untuk mengatasi Covid-19, akan tetapi...
- Advertisement -