kebakaran bukit saat lebaran

Payakumbuh,Beritasumbar.com-Musim panas mulai menerpa Payakumbuh dan Limapuluh Kota.Seiring dengan berkurangnya curah hujan,api mulai menunjukan taringnya di dua daerah betetangga ini.

Tidak bukit,rumah,gudang,sampai los didalam pasar di mamah sijago merah dalam bebrapa waktu ini. Setiap hari sirine Pemadam kebakaran baik milik Kota maupun kabupaten meraung raung menuju lokasi kebakaran.

lokasi kebakaran salah satu toko di pasar ibu payakumbuh
lokasi kebakaran salah satu toko di pasar ibu payakumbuh

Seakan seperti orang sakit makan obat mobil damkar keluar sarang dalam seharian saat ini ujar Anton Aruan salah satu awak media Luak Limopuluah.

Beberapa bukit yang ada di Payakumbuh/Limapuluh Kota sudah ludes di hajar sigulambai dari bulan puasa kemaren. Bahkan bukit yang lokasi dekan pusat perkantoran dan pemukiman penduduk tak luput dari jilatan lidah sijago merah.

Belum lagi rumah penduduk,gudang dan los pasarpun ikut menjadi korban kebakaran.

Rata rata api bersumber dari kelalaian manusia juga. Awal niat bakar sampah berujung rumah jadi abu. Bersihkan lahan dengan cara membakar,bukit memerah. Sudah tak terhitung kerugian materil akibat kelalaian dalam berurusan dengan yang namanya api ini di alami masyarakat.

Hutan dan perbukitan yang butuh waktu tahunan buat menghijaukannya,hanya dalam waktu sekejap punah di lalap api.

Petugas Damkar seakan tidak ada waktu buat rehat kalau musim panas seperti sekarang. Melihat kondisi ini di butuhkan perhatian lebih dari Pemko Payakumbuh maupun Pemkab Limapuluh Kota untuk kelengkapan peralatan dan armada Damkar.

Setiap kecamatan sudah seharusnya memiliki mobil damkar.Melihat luas daerah dan intensitas bencana yang cukup tinggi saat ini.