Menteri Pertanian Suswono menetapkan Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama empat kepala daerah lainnya di Indonesia, teladan dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013.  Di Sumatera Barat dan di Sumatera, hanya Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang dianugerahi keteladanan Diservikasi Pangan itu.  Penghargaan buat kelima kepala daerah itu, diserahkan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diwakili Mentan Suswono, dalam acara peringatan Hari Pangan Sedunia ke-33 Tingkat Nasional di Padang, Kamis (31/10).

 

Tidak hanya menerima penghargaan, Walikota Riza Falepi dalam acara tersebut juga menerima naskah perjanjian kerjasama bidang pertanian dan peternakan. Kota Payakumbuh direkomendasi Gubernur Irwan Prayitno salah satu kota di Sumbar yang akan melakukan usaha peternakan berskala besar, melibatkan kelompok peternak dan masyarakat. Perjanjian ini ditandatangi Riza Falepi dan Dirut PT Berdikari Librato El Arif.

 

Empat kepala daerah teladan lainnya dalam Gerakan Diversifikasi Pangan Tahun 2013 itu, masing-masing Walikota Depok, Jabar, H. Nur Mahmudi Ismail, Walikota Kendari, Sulteng, H. Asrun, Bupati Wonogiri, Jateng, H. Danar Rahmanto dan Bupati Maluku Tenggara, Maluku, Anderias Rentanubun.  “Ini merupakan penghargaan tingkat nasional  kesebelas bagi Payakumbuh, sejak dipimpin pasangan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Suwandel Muchtar, setahun lalu.

 

Gerakan diversifikasi pangan, menurut Walikota  Payakumbuh Riza Falepi, didampingi Kepala Dinas Pertanian Drs. Iqbal Bermawi, Sekretaris Dinas Pertanian Ir. Depi Sastra,   Kepala Kantor Ketahanan Pangan  Ir. Syahrial, dan Ketua TP-PKK Ny. Henny Riza Falepi di arena pameran HPS di Padang, Kamis (31/10), sebuah program guna mengurangi ketergantungan pada beras/nasi sebagai makanan pokok masyarakat.

 

Di Payakumbuh, katanya, sejak dua tahun terakhir, SKPD terkait tak henti-hentinya melakukan sosialisasi diversifikasi pangan, dengan harapan ke depan,  masyarakat dapat memanfaatkan pangan alternatif sebagai pengganti beras.  Dari tahun ke tahun, pemenuhan konsumsi  masyarakat bukan bergantung kepada beras, tapi sudah beralih ke makanan mengandung karbohidrat lainnya.

 

Data di Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh, dalam dua tahun terakhir, sudah terjadi penurunan konsumsi beras rata-rata 3,5%, dari 123 Kg menjadi 116 Kg per tahun per kapita, dari target penurunan 2,5% per tahun. Pemko Payakumbuh, dalam menyukseskan program diversifikasi pangan ini, mengalokasikan dana pada 4 SKPD terkait (Kantor Ketahanan pangan, Dinkes, Dinas Pertanian dan BPMP-KB),  total Rp. 913.902.788.  Pada tahun anggaran 2014, direncanakan meningkat menjadi Rp1,5 Miliyar lebih, anggaran untuk program diversifikasi  pangan ini.

Ternak Skala Besar

Menyusul ditandatanganinya perjanjian kerjasama Pemko Payakumbuh dengan PT Berdikar itu, ke depan warga tak perlu khawatir lagi  melakukan usaha peternakan dengan skala besar.  Walikota Riza Falepi, mengajak warga yang memiliki lahan cukup besar, beternak sapi secara perorangan dan berkelompok.

Malahan untuk membuka usaha itu, pemerintah telah menyediakan kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE).  Sementara, jaminan pakan ternak hingga pemasaran menjadi tanggung jawab PT Berdikari. Kehadiran Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Kelurahan Payobasung, dengan peralatan mesin potong hewan yang sangat canggih dari Spanyol, juga menjamin pemasaran usaha ternak besar ini.

Menurut Walikota, Pemko tidak hanya mendorong masyarakat  berternak, tapi kalangan PNS juga diajak melibatkan diri dalam usaha peternakan ini. Tinggal lagi, bagaimana SKPD terkait melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat, agar warga  bergairah beternak sapi atau hewan besar, karena dari hulu sampai ke hilir, sudah dijamin Pemko, sebutnya.

Terkait dengan usaha peternakan ini, pihak Unand pun akan menambah  Fakultas Peternakan di Multi Kampus Unand Payakumbuh, selain membuka pasca sarjana atau S2 peternakan. RPH Modern pun, juga disiapkan untuk  tempat studi lapangan bagi mahasiswa Unand.

Di bagian lain dikatakan Walikota, saat Menteri Pertanian  Suswono, berkunjung ke Payakumbuh, benar-benar kagum melihat panorama Bukik Patah Sembilan,   yang akan disiapkan sebagai kawasan agro politan di kota ini. Karena berada tak jauh dari pasar ternak dan rumah potong hewan modern di Kotopanjang Payobasuang, Menteri Pertanian, memberikan saran dan solusi, agar di kawasan Bukik Patah Sembilan, dilengkapi dengan areal peternakan sapi.

“Nah, sekarang tinggal dengan masyarakat seputar Bukik Patah Sembilan atau  kelurahan lainnya, bagaimana menangkap peluang ini. Pemko akan memfasilitasi warga yang mau beternak sapi skala besar, simpulnya.