Agam, BeritaSumbar.com,-Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, buka secara resmi Bursa Inovasi Nagari, di Pusdiklat Regional Kemendagri Baso, Kamis, (11/10).

Pada kesempatan itu, turut hadir Komisi V DPR RI Rizki Ade Putra, DPM Sumbar, KPW II Sumbar, Asisten II Setda Agam, Jetson, kepala OPD, camat dan wali nagari serta ketua Bamus se-Kabupaten Agam, TPID kecamatan dan tamu undangan lainnya.

Trinda Farhan Satria mengapresiasi DPMN Agam yang telah menggelar Bursa Inovasi Nagari tersebut, diharapkan kegiatan ini menjadi agenda penting yang akan digelar setiap tahun.

“Kegiatan ini memiliki makna penting, terutama bagi nagari yang menjadi ujung tombak dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Program ini tidak bisa dipisahkan dari visi Pemkab Agam, karena visi daerah dalam lima tahun yang tercantum di RPJMD, salah satunya yaitu membangun budaya inovatif.

Dikatakan, inovasi termasuk membangun budaya kerja yang inovatif, sehingga ada beberapa hal yang perlu disiasati untuk bisa memunculkan inovasi baru yang tidak dapat dipisahkan dari berpikir kreatif.

“Yang perlu disiasati yaitu, berpikir kreatif tidak bisa dikekang oleh aturan-aturan kebiasaan, ini harus dilatih kepada tim inovatif dan baru nanti aturan yang jadi penyaringnya,” ujar Wabup Agam itu.

Selain itu, melakukan perbaikan secara berkesinambungan dengan rumus sederhana yaitu, amati, tiru dan modifikasi.

Disebutkan, Bursa Inovasi Nagari ini salah satunya menampilkan berbagai inovasi nagari, setiap nagari saling mengamati dan meniru agar dapat disesuaikan di nagarinya masing-masing.

Ia berharap, inovasi ini tidak sekedar memunculkan yang baru tetapi betul-betul berikan manfaat pada masyarakat baik dalam hal pelayanan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan nilai ekonomis dan lainnya.

Dilain sisi, anggota Komisi V DPR RI, Ade Rizki Pratama juga sangat mengapresiasi dengan digelarnya kegiatan itu, karena ini bagian dari wadah dalam menghimpun gagasan inovasi yang baik, sehingga diharapkan lahir inovasi agar dapat jadi sebuah program yang terakomodir melalui dana nagari yang tersedia.

“Ini menjadi ajang untuk berpacu oleh masing-masing nagari dalam melahirkan sesuatu yang luar biasa, semoga kedepan Kabupaten Agam menjadi pionir baik di provinsi maupun di pusat,” ungkapnya.

Ade Rizki berharap, dana desa benar-benar terserap secara maksimal, hingga manfaatnya betul-betul dirasakan untuk kemaslahatan dan kepentingan serta kesejahteraan masyarakat di nagari. (fadil)