SIARAN PERS
Nomor :07/S.Pers/LBH-PDG/IV/2018

tentang
“Usai Penasehat Hukum Ajukan Keberatan di Pengadilan, Kondisi di Gunung Talang Kembali Memanas”

Pukul 12.00 WIB, Penasehat Hukum Ayu Dasril dkk membacakan keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Ayu Dasril bersama Yuzarwedi dan Hendra menjadi Terdakwa atas kasus pembakaran mobil PT. Hitay Daya Energi yang memaksa masuk ke lokasi eksplorasi Geotermal padahal mendapat penolakan keras dari masyarakat.

Dalam keberatannya,Penasehat Hukum Indira Suryani dan Aldi Harbi mengungkapkan dalam pendahuluannya“Serangkaian tindakan teror dan intimidasi dari berbagai pihak dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan mereka yang awalnya aman dan damai. Hingga pada 21 Maret 2018 pun masyarakat harus berhadapan dengan kepolisian ketika mengawal PT. Hitay Daya Energi ingin masuk kelokasi.

Korban luka pun berjatuhan sebanyak 14 orang warga (11 orang perempuan dan 3 orang laki-laki) serta tiga orang anggota kepolisian terluka atas insiden tersebut. Pantaskah hanya karena perusahaan yang memiliki uang, masyarakat dan kepolisian serta negara ini saling menyakiti satu sama lain? Mari kita renungkan sejenak dengan hati dan pikiran kita saat ini. Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi karena sejatinya negara Indonesia didirikan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia bukan malah sebaliknya”.

Dalam keberatannya, Penasehat Hukum menuturkan bahwa dakwaan penuntut umum salah dalam penerapan pasal tindak pidana, surat dakwaan penuntut umum tidak cermat, jelas dan lengkap dan surat dakwaan penuntut umum kabur. Dalam dakwaannya, Penuntut Umum menuntut ketiga orang Terdakwa dengan menggunakan Dakwaan Alternatif atas Pasal 187 Ayat (1) KUHP atau Pasal 160 KUHP atau Pasal 170 KUHP atau Pasal 406 KUHP.

Hal ini menandakan Penuntut Umum tidak yakin atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga orang Terdakwa. Oleh karena itu, Penasehat Hukum meminta Majelis Hakim untuk menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum terhadap ketiga orang Terdakwa batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima. Atas keberatan ini, Jaksa Penuntut Umum akan menanggapi secara tertulis pada Rabu 3 Mei 2018.

Disamping itu, suasana di Tabek Lanyek tempat terjadi perkara pidana pembakaran mobil kembali mencekam. Pasalnya sekitar pukul 17.00 WIB, sebanyak enam buah mobil memasuki lokasi pembangunan Geotermal yang kemudian langsung didatangi oleh masyarakat secara bersama-sama. Masyarakat dibuat heboh atas masuknya beberapa buah mobil yang berhenti dan memasuki lokasi pembangunan Geotermal. Tindakan ini kembali meneror dan berpotensi menimbulkan kekerasan kembali terhadap masyarakat Salingka Gunung Talang.

Selain itu, sejumlah instalasi seni yang menampilkan kritik terhadap proyek Geotermal hasil karya pemuda-pemudi Gunung Talang bersama mahasiswa ditemukan dalam keadaan rusak yang diduga dilakukan oleh oknum – oknum yang ingin membungkam suara- suara perjuangan masyarakat.

Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan olehperusahaan hari ini adalah wujud arogansi perusahaan yang tidak peka terhadap situasi masyarakat yang saat ini sedang berupaya mendinginkan suasana pasca serangkaian peristiwa yang terjadi mulai dari penangkapan terhadap aktor masyarakat melakukan perjuangan hingga aksi kekerasan yang dilakukan terhadap ibu-ibu dan anak. Selain itu, tindakan aparat kepolisian dan TNI yang terkesan tidak netral dan seolah “mendukung” perusahaan akan mengaburkan fungsi dan tugas pokok TNI dalam untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa, begitu juga dengan tugas kepolisian dalam mengayomi masyarakat bukan malah sebaliknya.

Pihak kepolisian dan TNI semestinya lebih mendukung cara-cara non kekerasan, bukan malah menurunkan personil dalam jumlah yang besar yang nyata-nyata akan semakin memperkeruh suasana. Negara secara konstitusional bertanggung jawab menjamin, melindungi dan menghormati Hak Asasi Manusia, tindakan intimidasi dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan.

Hormat Kami

LBH Padang

Wendra Rona Putra (081267410008)