Ankara – Turki, Arab Saudi dan beberapa negara lainya akan memulai operasinya di Suriah memerangi “teroris”, hal tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Turki, Ahmet Dovudoglu, Senin (30/11).

Dalam konferensi persnya bersama dengan Sekertaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg di Brussels bahwa Turki akan memulai operasi baru bersama Arab Saudi dan negara lainnya untuk memerangi teroris di Suriah, oleh karena itu, Turki membutuhkan jaringan diplomatik.

Tidak akan minta maaf

Sementara itu, menanggapi permintaan Rusia agar Turki meminta maaf karena telah menembak jatuh pesawat tempur Rusia, Oglu mengatakan bahwa melindungi wilayah udara Turki adalah “hak dan wajib” dan negara mana pun tidak berhak meminta Ankara untuk minta maaf. Oglu juga menyebut pelanggaran wilayah udara Turki adalah wilayah terhadap NATO.

Sekjen NATO, Jens Stoltenberg menegaskan bahwa NATO berada di pihak Turki dan Ankara berhak membela keamanan dan wilayah udaranya. (Aljazeera/Anas)