Peserta Tour de Singkarak

BeritaSumbar.com – Kota Bukitinggi sebagai salah satu kota penyelenggara Tour de Singkarak (TdS) sungguh amat beruntung, Sabtu (13/8) seluruh pembalap dari 23 negara dan pendukungnya sudah berada di Bukittinggi, setelah Jumat kemaren menyelesaikan etape ke-7 balapannya di Dharmasraya.

Rencananya seluruh pembalap tersebut akan berlibur dan menikmati wisata yang ada di kota tersebut. Pemko Bukitinggi telah menyediakan puluhan bendi hias untuk membawa para pembalap beserta timnya berkeliling kota Bukitinggi.

Bukittinggi telah menyiapkan city tour untuk peserta TdS 2016 yang dimulai dari tempat menginap peserta menuju ikon kota seperti Jam Gadang dan di lokasi tersebut disuguhi dengan kesenian khas kota Bukittinggi.

Tidak hanya itu, dengan menggunakan bendi kendaraan tradisional, semua pebalap akan diperkenankan dengan lokasi wisata lainnya seperti Panorama yang berhadapan langsung dengan Ngarai Sihanok dan lobang Japang.

Itulah kehebatan Kota Bukitinggi yang bisa mengemas acara dan memanfaatkan momen TdS memperkenalkan sektor pariwisata daerah mereka yang tentu saja menambah pendapatan atau uang masuk bagi masyarakat sekitar.

Namun bagi daerah lain yang ada, terutama bagi Kota Payakumbuh maupun Limapuluhkota, mengambil manfaat serta momen memperkenalkan destinasi wisata dua daerah tersebut masih jauh panggang dari api.

Menurut Yudilfan Habib mengatakan Anggaran APBD yang disedot untuk kegiatan Tour de Singkarak itu tidak sebanding dengan manfaat yang bisa dirasakan oleh warga Payakumbuh dan Limapuluhkota.

Menurutnya lagi terkesan Payakumbuh dan LimapuluhKota menjadi salah satu panitia acara, hanya sekedar ikut-ikutan dan seremonial belaka, tanpa tahu apa yang mereka bisa perbuat demi kepentingan masyarakat banyak terkait Tour de Singkarak tersebut.

“Tiap tahun ratusan juta APBD terbuang percuma, tanpa ada masukan serta manfaat berarti bagi masyarakat Payakumbuh dan Limapuluhkota,” ujar Habib lagi.

Dan kalau ini terus dilakukan tiap tahun tanpa ada perubahan yang berarti, maka ini terkesan hanya sebuah proyek mubazir, tandas Habib.

Tentu dirinya tidak bicara secara asal asalan, Menurutnya sudah 8 kali Payakumbuh dan LimapuluhKota menjadi panitia Tds, namun tidak ada kemajuan yang berarti bagi pariwisata dua daerah tersebut. Kunjungan wisata di daerah tersebut boleh dikatakan minim.

Yudilfan Habib juga memberikan saran, jika ingin destinasi Wisata Payakumbuh dan Limapuluhkota menuju gerbang dunia, maka ciptakan dulu sarana dan prasarana serta fasilitas yang mendukung. Sebab bagaimana mungkin kita mimpi menarik wisatawan ke daearah kita, tanpa diimbangi dengan sarana dan prasarana, pungkasnya lagi. (Sumbar1.com)