foto Ist

Limapuluh Kota – Guna meningkatkan produksi padi di Kabupaten Limapuluh Kota, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Tanpanghorbun) setempat menargetkan cetak sawah baru sekitar 1.122 hektare. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Tangpanghorbun, Aprizul Nazar kepada beritasumbar.com, akhir pekan lalu.

“Nagari maek menjadi calon lokasinya, Kecamatan Bukit Barisan, Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Lareh Sago Halaban dan Harau,” Kata Kadis.

Aprizul menuturkan, untuk Nagari Maek dan kecamatan Bukitbarisan akan di khusus kan, dua daerah itu ditargetkan bisa dicetak sekitar 500 hektare. Lalu Kecamatan Kapur IX sekitar 200 hektare, Kecamatan Pangkalan Kotobaru 100 hektare bersama kecamatan, Harau, Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Suliki.

Dalam catatan, saat ini jumlah sawah di Kabupaten Limapuluh Kota tercatat sebanyak 22. 222 hektare dengan produksi sekitar 5,6 ton per hektare. Diprediksi produksi padi rata-rata 2 kali panen dalam setahun, sekitar 248 ribu ton lebih per tahunnya.Hanya saja pada saat ini, produksi padi terancam akibat kondisi alam yang rawan bencana.
menurut kadis, terkait program intensifikasi pertanian sejauh ini produktifitas belum mampu ditingkatkan secara signifikan. Perlu penambahan jumlah luas sawah. “Jika produksi per hektare sawah sebesar 5,6 ton, maka bila dilakukan cetak sawah baru sekitar 1.000 hektare mampu memproduksi padi sekitar 5.600 ton,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini cetak sawah baru 70 hektare. Lokasinya terdapat di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan seluas 43 hektare. Lalu, Nagari Lubuakalai, Kecamatan Kapur IX seluas 19 hektare dan Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban seluas 7,5 hektare. “Dari beberapa daerah, saat ini baru itu 70 hektar yang tercetak,” demikian Kadis.