Bukittinggi,BeritaSumbar.com-Saat ini rata rata kebutuhan air bersih masyarakat tergantung kepada perusahaan milik daerah yang bernama PDAM. Jika jaringan air bersih yang di kelola badan usaha milik daerah ini bermasalah alamat akan banyak masyarakat kelabakan akan air bersih.
Mengantisipasi permasalahan air bersih ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jam Gadang Bukittinggi, kembali melakukan perbaikan pipa utama pada empat jalur pipa transmisi Rabu (14/6)kemaren.
Untuk tahun ini ada empat jalur pipa transmisi yang diganti oleh PDAM Bukittinggi dengan lokasi yang berbeda. empat jalur pipa yang diganti itu meliputi dari Bangkaweh sampai Jambu Air sepanjang 980 meter, dengan diameter pipa  250 mm.
Kemudian dari Simpang Kapela sampai Benteng melalui jalan Panorama – A Rivai sepanjang 350 meter dengan diameter pipa 150 mm.
Selanjutnya dari Simpang Kapela sampai Benteng melalui Jalan Dt Bandaro sepanjang 2.622 meter dengan diameter pipa 300 mm. Terakhir dari Simpang Tembok sampai reservoir Mandiangin sepanjang 1.200 meter dengan diameter pipa 200 mm.
Keempat jalur pipa yang di ganti saat ini dalam tahap pengerjaan. Ditargetkan tahun ini juga  penggantian pipa pada 4 jalur tersebut dapat selesai,”.Menurut Murdi Tahman, penggantian pipa transmisi utama yang dilakukan itu sehubungan banyaknya pipa jaringan pada tranmisi utama yang sudah tua sehingga sangat rentan dengan kebocoran.
Akibat dari kebocoran itu tentunya membuat tekanan air berkurang dan berdampak kepada pelayanan air bersih kepada warga kota.
Sementara itu Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias , mengatakan, terkait dengan persoalan air bersih di Bukittinggi, pemerintah daerah menargetkan masalah ketersediaan air bersih di Bukittinggi  dapat selesai pada akhir 2018 mendatang.
“Insyaallah akhir 2018, semua persoalan air di Bukittinggi tidak ada lagi. Karena saat ini Pemerintah daerah bersama PDAM tengah berupaya untuk melakukan penggantian pipa jaringan pada transmisi utama tersebut,” ujar M. Ramlan Nurmatias,
Saat ini jumlah pasokan air yang disalurkan oleh PDAM Kota Bukittinggi masih belum mampu memenuhi kebutuhan warga kota. Hal ini disebabkan karna kondisi pada pipa jaringan distribusi  banyak yang bocor sehingga membuat aliran produksi air untuk Bukittinggi yang diambil dari daerah Sungai Tanang banyak yang terbuang dan tidak sampai ke pelanggan.
“Saat ini PDAM tengah melakukan perbaikan dan penggantian pipa yang bocor tersebut. Seiring dengan perbaikan itu kita juga upayakan peningkatan debit pasokan air agar bisa terpenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. Sehingga target kita akhir 2018 persoalan air bersih sudah harus selesai di kota ini bisa tercapai,” jelasnya.(***)