Diam-diam tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup RI berkunjung ke Payakumbuh, Sabtu lalu. Dua hari di Payakumbuh, tim tak ingin didampingi dalam menjalankan tugasnya. Titik pantau yang menjadi objek penilaian bagi tim,  mereka tentukan sendiri.  Walau begitu,  seluruh titik pantau yang dikunjungi tim, sudah lebih baik.  Keterlibatan dan keseriusan warga menghadapi lomba ini pantas diapresiasi. Pasar Ibuah yang bersih dan sehat, beri andil besar dalam penilaian ini.

Walikota Riza Falepi ketika dihubungi  di Payakumbuh, Selasa  (6/5), mengaku puas dengan semangat publik menyambut penilaian ini. Walikota puas, karena seluruh  warga, jajaran pemerintahan dan jajaran sekolah serta kalangan pengusaha, bertanggung jawab memelihara lingkungan kota ini. Meski   masih ada yang perlu menjadi perhatian khusus, tapi secara keseluruhan kota ini sudah terpelihara ketertiban, kebersihan dan keindahannya, sebut Walikota.

Kepala Dinas Tata Riang dan Kebersihan (DTRK)  Payakumbuh Ir. Zulinda Kamal, membenarkan, dari sejumlah titik pantau yang dikunjungi tim pusat, lingkungan Pasar Tradisional Ibuah,  mendapat pengakuan positif dari anggota tim. “Pasar tradisional ini tak ubahnya, seperti pasar modern,” ucap Linda panggilan akrab   Kepala DTRK ini mengutip pengakuan tim.

Ketika tim penilai berkunjung ke los ikan basah, tim tak menemukan air tergenang di kawasan los tersebut. “Namanya los ikan basah, tapi lingkungannya kering dan bersih serta tak berbau. Inilah lingkungan berjualan yang terpelihara,” sebut tim seperti diungkapkan Linda.

Kepala Dinas Koperindag UKM  Indra Syofyan dan Kabid Pengelola Pasar Davitra, ketika dihubungi, membenarkan kondisi Pasar Ibuah dan khususnya los ikan basah, memberikan kontribusi positif buat penilaian Adipura. “Kita akan terus berbuat memberikan pelayanan kepada pengunjung pasar. Tidak sebatas karena menghadapi Adipura, katanya tegas.

Menurut Walikota Riza Falepi, Payakumbuh tahun ini berharap kembali merebut Piala Adipura untuk kedelapan kalinya. Harapan Walikota, bukan sekedar Piala Adipura, tapi Adipura Kencana, anugerah tertinggi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bagi kota memiliki  program lingkungan hidup yang baik.