Menyusul lahirnya Perda Kota Payakumbuh Nomor 7 Tahun 2013, tentang Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Kelurahan, secara maraton Tim Sosialisasi P3K (Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Kelurahan) turun ke kecamatan-kecamatan, guna menyampaikan rencana tersebut kepada warga setempat. Pasangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wawako Suwandel Muchtar, menggaransi tim, akhir tahun 2013 ini, kegiatan sosialisasi P3K tuntas.

Asisten I Setdako Payakumbuh Yoherman, SH, S.Sos, selaku Ketua Tim P3K Payakumbuh, di Balaikota di Bukik Sibaluik, menginformasikan, Rabu (11/9), tahap awal, pemko merancang 34 kelurahan yang akan digabung. Karena itu, tim mengundang tokoh masyarakat, meliputi unsur ninik mamak, cendiakawan, tokoh agama, pemuda, bundo kanduang dan sejumlah elemen masyarakat lainnya, guna mendiskusikan amanah Perda Nomor 7 Tahun 2013 ini.

 

Kegiatan sosialisasi tersebut, katanya, berlangsung di setiap kantor kecamatan, dimulai sejak Senin (9/9) dan akan berakhir nantinya 27 September mendatang. Elemen masyarakat yang diundang berasal dari 34 kelurahan. Yaitu kelurahan yang akan menjadi sasaran penggabungan. Begitu sosialisasi berakhir, tim langsung membuat draf Ranperda tentang pembentukan kelurahan itu. Usai Pemilu 2014, lurahnya akan dilantik Walikota Payakumbuh.

 

Di Kecamatan Payakumbuh Barat yang menjadi sasaran sosialisasi, kelurahan-kelurahan Padang Tinggi, Piliang, Parik Rantang, Parak Batuang, Nunang dan Daya Bangun. Di Kecamatan Payakumbuh Selatan, kelurahan-kelurahan Kapalo Koto, Ampangan, Limo Kampuang dan Koto Tuo.

 

Berikutnya, di Kecamatan Payakumbuh Utara, kelurahan-kelurahan Talawi, Balai Batuang, Tanjung Anau, Taruko, Pasia, Muaro, Koto Baru, Bunian, Balai Baru, Tarok, Padang Kaduduak, Cubadak Aia dan Napa. Di Kecamatan Payakumbuh Timur, meliputi kelurahan-kelurahan Padang Tiaka Hilir, Padang Tiaka Mudik, Sicincin Hilia, Sicincin Mudiak, Bodi, Padang Alai, Balai Jariang, Balai Batimah, Balai nan Tuo, Ranah dan Koto Baru Payobasuang.

Menyangkut nama kelurahan, menurut Yoherman, akan dimintakan masukan warga setempat. “Kita menunggu keinginan warga, mana nama yang cocok, sesuai dengan sejarah kelurahan dimaksud,” simpulnya.