Tiga unit toko di Pertokoan Srikandi Pasar Banto, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat hangus terbakar, Jumat malam 27 Oktober 2017. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar

Bukittinggi–Jago merah kembali megamuk di kota Bukittinggi, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kota Bukittinggi. Kebakaran yang melanda depan Banto Trade Centre (BTC) atau Pasar Banto Bukittinggi, Jumat (27/10) sekira pukul 20.00 Wib.

Sedikitnya, 3 unit Rumah Toko (Ruko) yang ada di Kota Wisata ini hangus dilalap api, ribuan warga Kota Bukittinggi maupun yang melintas buncah ke lokasi untuk melihat secara langsung api yang membakar bangunan. Tiga ruko yang terbakar ini, yakninya Toko Srikandi, Toko Len, dan sebuah poto kopi Beladona.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari seorang warga, Yar Zafron (30) seorang saksi mata dan juga korban pengelolah poto kopi dalam musibah ini mengatakan, tokonya masih beraktifitas seperti biasa dan dia tidak menyadari adanya tanda-tanda kebakaran di toko sebelahnya (toko Len)

“Saat itu saya diberitahu oleh pemilik toko diseberang jalan tentang adanya asap tebal dari toko sebelah, dan saya langsung memutuskan hubungan listrik toko,” katanya.

Setidaknya, api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah regu pemadam (Damkar) Kota Bukittinggi menurunkan 6 unit mobil pemadam, 2 unit dari Agam, 1 unit dari Kota Padang panjang, 1 unit lagi dari Lima Puluh Kota dan disusul oleh 1 unit mobil Damkar Tanah datar.

Pada kejadian ini, pemadam kebakaran mengalami kesulitan saat memadamkan api dikarenakan toko Len yang diduga sebagai sumber api terkunci rapat.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana melalui Kapolsek Kota Kompol Zahari Almi menyebutkan, telah terjadi kebakaran 2 (dua) petak Ruko permanen berukuran 4X8 meter milik Korban  H. HERI (64) dan milik korban  ROJALI (40), asal Jawa, beralamat di Surau Gadang Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi.

Dikatakannya, kejadian pertama kali diketahui oleh saksi Doni (46), warga Mandiangin, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi, ketika sedang berjualan di depan ruko milik korban, kemudian saksi melihat asap yang keluar dari atas ruko korban, kemudian warga yang ada disekitar mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi pihak pemadam.

“Tak lama kemudian, 10 Unit Damkar dari Kota Bukittinggi , Padang Panjang, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Agam berjibaku memadamkan api  dibantu oleh warga sekitar, api dapat dipadamkan sekira pukul 21.00 Wib, kerugian diperkirakan lebih kurang Rp 500 Juta,”pungkas Kompol Zahari Almi