Padang – Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, meminta pihak penyelenggara kegiatan Tour de Singkarak (TdS) 2015 melakukan komunikasi intensif dengan kepolisian sehingga penutupan jalan saat balapan tidak berlangsung lama.

Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui melalui Kasat Lantas AKP Indra Sandy Purnama Sakti di Padang, Rabu, mengatakan idealnya penutupan jalan sebelum datangnya pembalap TdS adalah satu jam, namun pada etape I penutupan jalan berlangsung tiga jam karena ada aturan yang diikuti pembalap.

“Kami harap penutupan jalan sampai tiga jam tidak terulang di etape IX pada minggu (11/10),” ujarnya.

Ia juga mengatakan penutupan jalan hingga tiga jam itu tentu merugikan warga setempat yang dalam kesehariannya menggunakan jalan untuk berbagai kegiatan.

“Ini merupakan hal teknis dan bisa diantisipasi dengan komunikasi yang intensif antara kami dengan pihak terkait, tanpa adanya komunikasi kami juga tidak mau kecolongan dan akhirnya menutup jalan hingga tiga jam,” kata dia.

Ia menjelaskan perkara menutup jalan dan membuka jalan bukanlah hal mudah karena keselamatan dan kelancaran selama balapan berlangsung merupakan salah satu fokus dari kepolisian.

Sebelumnya, kejuaraan balap sepeda TdS 2015 etape I dari Pantai Carocok Painan menuju Pantai Gondoria

Pariaman, Sumbar, Sabtu (3/10) bermasalah sehingga harus dilakukan start ulang.

Start ulang tidak hanya dilakukan satu kali namun dua kali. Yang pertama start ulang dilakukan tidak jauh dari start pertama tepatnya disimpang tiga Carocok. Setelah berjalan kurang lebih 35 kilometer tepatnya di Barung-Barung Belantai rombongan harus berhenti kembali.

Berhenti di lokasi tersebut cukup lama bahkan semua pebalap yang turun pada kejuaraan dengan total hadiah Rp2,5 miliar harus duduk-duduk di teras rumah masyarakat bahkan di warung. Tidak hanya dilakukan oleh pebalap Indonesia, namun juga dilakukan pebalap asing.

Kondisi ini membuat ofisial team cukup berang. Seperti yang dikatakan oleh manajer tim Custom Cycling Club (CCC) M. Ircham. Menurut dia, kondisi seperti ini tidak baik untuk semangat pebalap yang harus beberapa kali melakukan start ulang.

“Semangat pebalap akan hilang. Mereka sebetulnya sudah siap. Namun, kondisi di lapangan seperti ini,” kata Mochamad Ircham saat dikonfirmasi di lokasi pemberhentian pebalap.

Ia menegaskan, permasalah ini muncul karena adanya komunikasi yang kurang baik antara rombongan pebalap dan ofisial dengan VIP.

“Banyak mobil ofisial yang terbawa arus VIP. Jadi kondisi seperti ini. Kondisi ini jelas kurang baik,” katanya menegaskan.

Sementara itu, radio control TdS Eva Catarina melalui radio menginformasikan jika etape pertama ini tetap berjalan hingga finis. Namun tidak ada catatan waktu, jersey maupun hadiah uang. Hanya akan dilakukan sprint 10 kilometer menjelang finis di Pantai Gondoria Pariaman. (Ant/Oleh Altas Maulana)