foto by ig boekittinggi

Bukittinggi,BeritaSumbar.com-Kemajuan teknologi menang sulit untuk di hambat. Persaingan dalam mencari uangpun sudah semakin mengacu kepada teknologi. Seperti halnya dengan ojek. walau kelihatan sepele,ojek online misalnya.

Disatu sisi masyarakat pengguna jasa ojek sangat terbantu. cukup klik di layar hp di rumah maka akan datang jemputan. Namun di sisi lain ojek manual yang nongkrong di pangkalan akan kehilangan lahan. juga angkotpun sepi sewa.

Sebahagian angkutan umum,apalagi yang resmi terdaftar di perhubungan di berbagai kota mulai merasa tersaingi. Dan bahkan mulai bereaksi atas kehadiran ojek beraplikasi online ini. Seperti hal nya di Kota Bukittinggi ratusan angkutan kota yang beroperasi di wilayah kota Bukittinggi melakukan unjuk rasa didepan kantor DPRD kota Bukittinggi, kamis(10/8)

Sebanyak 1000.angkutan kota dan angkutan pedesaan dibawah naungan Organda tergabung dari berbagai organisasi masing, ikabe, kopajag, kop mersi, memuntut dicabutnya izin opersional Ojek online dan taksi Online yang telah beroperasi dikota Bukittinggi beberapa hari ini, dampak dari beroperasinya ojek online tersebut pendapatan para sopir angkutan kota dan angkutan pedesaan turun drastis.

Setelah perwakilan dari pengunjuk rasa menyamoaikan inspirasinya , maka ketua DPRD Kota bukittinggi menerima beberapa perwakilan dari beberapa sopir dan pengurus organda Kota Bukittinggi untuk membicarakan solusi tentang langkah kedepannya dampak dari mulainya beroperasi ojek online ini.

Ketua organda Syafrizal, SH, mengatakan dampak dari ojek online sangat buruk bagi sopir angkot dan kusir bendi, dan mengurangi penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga mereka, ” ungkap syafrizal

Sementara itu ketua DPRD Kota Bukittinggi Benny Yusriyal mengatakan, anak menampung aspirasi sopir angkot, perwakilan dari sopir angkot dan bendi di ruang utama DPRD Bukittinggi,

Salah seorang sopir angkutan kota mardi(45) yang ikut berujuk rasa mengatakan, semenjak dimulainya beropersi ojek inline ini, pendapatan para sopir angkuta kota turun drastis, jangankan uang untuk dibawa pulang,buat setoran dan pembeli BBm Saja ridak mencukupi

” semenjak diopersikannya ojek online inj, sangat terasa sekali penurunan pendapatan kami, jangankan uang buat dibawa pulang, buat setoran dan pembeli BBM saja kami sudah tidak mencukupi,” ungkap pendi

Lain lagi yang dirasakan oleh angkutan kota jurusan terminal aur kuning Bukittinggi, romi(27thn) di hari bisa kami bisa membawa uang buat biaya hidup setelah dikeluarkan setoran dan beli BBM.antara 50-75 ribu setiap hari, taoibsemenjak di operasikanya ojek online ini, semua serba susah, agak lama kita menunggu sewa, maka sewa yang sudah ada diatas mobil turun dan disambut oleh ojek online yang terlebih dahulu sudah dipesan melalui Hp,(sumber NHO)