Kota Payakumbuh bersama 12 Kota dan Kabupaten terpilih  lainnya di Indonesia,  diundang Kedutaan Swedia,  untuk ambil bagian dalam acara  Symbio City,  di Bandung, Kamis (24/10).   Kota Payakumbuh ditawari Pemerintahan Swedia membangun konsep sustainable cities yang bebas sampah dengan transportasi kota terpadu.  Karena, selama ini Payakumbuh dinilai fokus  dengan program perubahan iklim atau  lingkungan yang menjadi perhatian  serius Pemerintahan Swedia.

 

 

Dalam acara tersebut, Payakumbuh diwakili Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar didampingi Staf Khusus Walikota, Rifki, ST, bersama Walikota-Walikota  Yogyakarta, Palu, Probolinggo, Lampung, Den Pasar, Aceh, Ambon, Banjarmasin, Solo, Tanggerang Selatan, Pontianak dan Lombok Timur.

Sebulan sebelumnya,  Universitas Gajah Mada (UGM)  melalui Kordinator Waste Refinery Center UGM, DR. Siti Syamsiah,  merekomendasikan dan membiayai Rifki ke Swedia, sekaligus kick off meeting,  bertepatan dengan acara Th 2013 IPLA Global Forum,  dengan tema, “Sustainable Waste Management for the 21st Century Cities – Building Sustainable and Resilient Cities through Partnership” di Boras, Swedia. Event tersebut erat kaitannya dengan Symbio City di Bandung.

Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar, di Payakumbuh, Minggu (27/10), menginformasikan, pasca acara Symbio City di Bandung, ke depan Pemko akan  terus membangun komunikasi dengan pihak Swedia mengenai isu ini,  karena Swedia merupakan negara yang sudah berhasil membenahi kota-kota di negaranya dengan  pemeliharaan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kota-kota terpilih dalam acara Symbio City, menurut Suwandel,  adalah hasil pantauan keduataan Swedia bersama perguruan tinggi nasional terkemuka,  yang selama ini punya perhatian khusus dengan program perubahan iklim dimaksud.  Makanya, dalam acara tersebut,  dalam aplikasinya nanti banyak program yang akan ditawarkan kepada ke-13 kota itu, dalam memajukan daerah ke depan, jelas  Suwandel mengutip   Mr. Anders Flanking  yang merupakan Vice Minister for the Environment, Sweden.

Menurut  Flanking, kata Suwandel,  Pemerintahan Swedia, akan bertemu dengan masing-masing pejabat tinggi untuk mendiskusikan potensi kerjasama dalam isu lingkungan hidup dan pengembangan wilayah perkotaan, dalam beberapa bulan ke depan.

Symbio City merupakan konsep yang dicetuskan  Pemerintah Swedia terkait dengan tata kelola kota yang nyaman bagi penduduk dan mengutamakan alam. Kata simbiosis dalam istilah itu bermakna adanya sinergi antara sistem teknologi urban yang dapat menghemat penggunaan sumber daya alam serta dapat menghemat biaya.

Hampir sebagian besar kota di Swedia telah menerapkan konsep ini. Upaya Pemerintah Swedia untuk mengenalkan konsep ini sudah dimulai ketika Presiden SBY mengunjungi Swedia pada bulan Mei lalu.  Sebuah kesepakatan bersama perkembangan berkelanjutan di kawasan urban, kota hijau dan kota simbiosis di Stockholm.