Jakarta,BeritaSumbar.com,-Luar biasa hasil yang ditorehkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, mereka mampu menyisihkan dan mengunguli saingan terdekatnya Ridwal Kamil – Uu Ruzhanul dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Kompas.

Duo Dedi ini memimpin dalam survei elektabilitas Pilkada Jawa Barat (14/3/2018).

Menurut pengamat Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie duo Dedi sangat menjual khusus pemilih asli Sunda dan kaum Islam relegius.

“Saya sudah prediksi sebelumnya dimana Deddy Mizwar dan Mulyadi bertengger di posisi nomor satu,” kata Jerry.

Lanjut kata Jerry dua kekuatan Golkar dan Demokrat sangat mumpuni. Mereka menguasai daerah Kota Bekasi, Purwakarta, Bekasi, Bogor, Cianjur. Pokoknya pinggiran Jakarta bakal dirajai Duo Dedi.

Ridwan memang sempat menurun saat isu Bandung kota suap tertinggi menurut TII akhir Desember lalu.

Begitu pula kata Jerry jika dilihat keterpilihan pasangan calon berdasarkan partai pendukung, dalam survei ini, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat dukungan Golkar-Demokrat 52,9 persen; PDI-P 41,6 persen, Gerindra, PKS, dan PAN 35,5 persen; serta Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura 28,8 persen.
Sedangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul diposisi kedua yang meraih 34,2 persen dari Golkar-Demokrat; 43,2 persen dari PDI-P; 36,4 persen dari Gerindra, PKS, dan PAN; serta 62,7 persen dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

Berikutnya, untuk pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dari Golkar-Demokrat memperoleh 3,2 persen; PDI-P 8,0 persen; Gerindra, PKS, dan PAN 0,8 persen; serta Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura 1,7 persen.

Yang terakhir, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh 4,3 persen dari Golkar-Demokrat; 4,0 persen dari PDI-P; 21,5 persen dari Gerindra, PKS, dan PAN; serta 3,4 persen dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

Survei belum final ucap Jerry, tapi sinyalemen kemenangan Deddy-Dedi sudah ada di depan mata.

“Tiga perang politik mulai isu, strategi dan pencitraan mereka sudah unggul tinggal 2 perang terakhir mereka harus raih. Barangkali kekalahan Dede Yusuf pada pilgub lalu saat Demokrat mengusungnya yang hanya finis diposiai ke-3 pasti kali ini akan ditebus duo Dedi ini,” ujarnya.

Sebagai contoh pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan. Ternyata belum banyak orang yang mengetahui sosok TB Hasanuddin sebagai purnawirawan jenderal bintang dua yang lahir di Majalengka.

Sama halnya dengan Anton Charliyan, mantan Kapolda Jabar yang lahir di Tasikmalaya. Pasangan ini hanya memperoleh 15 persen pemilih.

Begitu pula dengan PKS. Seperti diketahui, Jabar menjadi basis massa partai ini dalam 10 tahun terakhir. Namun, dari survei Litbang Kompas, PKS bersama Gerindra dan PAN yang mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu hanya mendapat 4,5 persen suara responden melalui metode pertanyaan terbuka.

Sementara melalui simulasi kertas suara tertutup, pasangan ini meraih sekitar 7,8 persen suara. Dengan demikian, pasangan Asyik ini juga menempati posisi bawah.

Anehnya di Kota Bekasi Ahmad Syaikhu yang menjadi Wakil Wali pun belum bisa menarik pendukung PKS di sana. Begitun pula di Bogor, Depok, dan Sukabumi. Bisa jadi karena belum banyak masyarakat Jabar yang mengenal Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Ektabilitas pasangan Deddy-Dedi atau Duo D ini mencapai 42,8 persen suara.

Sementara pasangan Rindu atau Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul yang memperoleh 39,9 persen. Sementara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meraih 7,8 persen dan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) menggaet 3,1 persen. Adapun 6,4 persen responden tidak menjawab.

Lanjut kata Jerry, perpaduan Yellow – Blue memang luar biasa yakni Golkar 17 kursi dan Demokrat 12 kursi. Jika head to Deddy Mizwar – Ridwan Kamil 54-46 persen untuk Deddy.

“Kunci kemenangan pasangan Duo Dedi ini saat debat di Kompas TV. Disanalah popularitas dan elektabilitas mereka terdongkrak,” kata Jerry.(*)