Padang, BeritaSumbar.com,- Pemilu sebagai Pesta Demokrasi di Republik ini masih terhitung dua bulan lagi, tapi bukan malah lebih cerdas dalam menggait suara tim pemenang kedua paslon dinilai masih menggunakan cara “lama” dalam siasat memenangkan pemilu. Kedua Tim Pemenangan Malah Sibuk membuka “aib” lawan dan berkampanye hitam disbanding beradu gagasan tentang Indonesia kedepannya.

Menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019, SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Barat mengimbau para pemuda agar menjaga diri dan dapat menjadi penengah persaingan politik demi kontestasi yang bermartabat.

Ketua Bidang Ideologi dan Politik SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Barat menuturkan bahwa total angka pemilih muda pada Pemilu 2019 sesuai dengan data yang diberikan KPU berkisar 70-80 Juta Pemilih, hampir separuh dari total pemilih di 2019. Bahkan Angka ini jauh lebih besar dari angka perolehan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di 2014 lalu.

“Pemuda ada di mana-mana. Semua akan berlomba untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Pemuda harus bisa berperan di dalam politik maupun di luar struktur politik yang keduanya sama-sama penting”, pungkas Surya Dwi Putra.

Kehadiran anak muda selalu membawa harapan baru bagi penyegaran dan terwujudnya perbaikan kualitas politik dan progresifitas ekonomi. Karena itu, anak muda agar tidak diposisikan menjadi pelengkap dan dimanipulasi oleh kepentingan-kepentingan status quo para tetua.

Diminta atau tidak diminta, belajar dari sejarah, sebagai sebuah kekuatan politik yang nyata, anak muda sebenarnya akan selalu terlibat dan berpartisipasi. Bahkan, jika perlu mengoreksi, dalam situasi-situasi politik yang krusial bagi bangsa. Apalagi secara demografi, jumlah anak muda di Indonesia saat ini cukup besar. Sebesar 40 persen pemilih pada Pemilu 2019 diperkirakan berasal dari kategori pemilih muda. Besarnya jumlah anak muda ini membawa harapan semakin baik dan responsifnya kualitas tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan sosial ekonomi Indonesia.

Ketua Wilayah SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Barat menegaskan bahwa sikap dari Pemuda Pancasila Sangat Jelas, Sesuai Arahan dari Ketua Umum bahwa Pemuda Pancasila Bersikap Netral. Kami tidak mau dengan menentukan sikap malah memecah-belah bangsa.”Ditambah lagi kader Pemuda Pancasila bahkan mengisi pos-pos pengurus dan caleg hampir disetiap partai dari pusat hingga ke daerah” tambahnya.(*)