Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Untuk melestarikan seni budaya, masyarakat Korong Balai Jumaik, Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman membangun sanggar seni budaya yang diberi nama “Halaman Rumah Gadang”, di sanggar ini akan diadakan latihan berbagai seni budaya seperti silat, randai, gandang tasa dan berbagai seni lainnya. Dan sanggar itu langsung diresmikan oleh Camat VII Koto Sungai Sariak, Yoserizal pada Sabtu (30/3) malam.

Saat peresmian sanggar tersebut, panitia pelaksana juga mengundang perguruan silat yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. “Pada malam peresmian itu juga di tampilkan silat tradisional yang di undang dari berbagai perguruan silat yang ada di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman,” ujar panitia pelaksana Winggo Febdian.

“Hingga saat ini sudah ada 35 pesilat bimbingan sanggar, sanggar tersebut dibutuhkan untuk melestarikan silat yang merupakan salah satu kebudayaan Minangkabau di daerah itu. Dan silat dapat membentuk karakter, karena memiliki filosofi yaitu lahir mencari teman sedangkan batin mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, di sanggar tersebut juga mengajarkan dabus rantai, gandang tasa, sipak rago, serta kegiatan keagamaan di antaranya hafiz Quran. Bahkan hingga sekarang sudah ada 100 anak yang telah menjadi hafiz dan hafizah. “Pada peresmian ini juga ditampilkan sekitar 40 perguruan silat yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Dan ini bertujuan untuk memotivasi peserta didik sanggar dan warga, serta untuk menjalin silaturahim antarpesilat di kedua daerah itu,” terang Winggo Febdian yang juga Wali Korong Balai Jumaik itu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Balah Aie, Jonifriadi mengatakan, banyak kesenian dan kebudayaan Minangkabau yang harus dipertahankan, dan kita harus waspada terhadap generasi muda jangan sampai menjadi tamu di negeri sendiri. “Apalagi sekarang ini sudah mulai banyak budaya luar yang masuk kedaerah ini, jadi banyak generasi muda yang lupa dengan kebudayaan Minangkabau,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu kebudayaan yang harus dipertahankan yaitu silat karena bela diri tersebut dapat menjalin silaturahim antarsesama manusia dan penciptanya serta dapat membentuk akhlak yang baik. Dengan kata lain seorang pesilat pasti beragama. Oleh karena itu melalui sanggar tersebut diharapkan dapat mengenalkan dan mengembangkan kembali kebudayaan Minangkabau dan memperkuat agama Islam di daerah itu. “Silat juga untuk menjalin silaturahim,” ulasnya. (bus)