“Mari kita tingkatkan kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan. Kita tingkatkan etos  kerja, koordinasi, integrasi, simplikasi dan sinkronisasi untuk menuju Payakumbuh yang maju dan relegi,” ucap Walikota Riza Falepi menutup pidato akhir tahunnya di depan Muspida, DPRD, pimpinan SKPD dan perwira serta ratusan prajurit Yonif 131 Brajasakti.

Setelah itu, seluruh anggota Muspida Plus Payakumbuh  bersama Walikota Riza Falepi, di atas panggung, melantukan tembang Kemesraan ciptaan Iwan Fals. Ketua DPRD H. Wilman Singkuan, Dandim 0306/50 Kota  Letkol Inf. Trisno Widodo, Kajari Hasbih, SH, MH,  Kapolresta AKBP Rubintoro Suhada, S.Ik, Sekdako H. Benni Warlis, Dan Yonif 131/BS Mayor Inf. Oni Kristyono G, dan Ketua KPU Hetta Membayu, bersama ratusan prajurit dan SKPD, kompak  dalam syair Kemesraan.

Malam keakraban sesama Muspida sambil menunggu datangnya detik-detik penggantian tahun baru itu, sangat bermakna untuk mempererat hubungan silaturahim aparat penegak hukum,  TNI/Polri dan jajaran Pemko Payakumbuh. Dandim 0306/50 Kota, Trisno Widodo, Kajari Hasbih dan Kapolresta Rubintoro, meminta, agar Walikota memfasilitasi kegiatan dimaksud setiap tahun. “Ide Pak Kapolresta Rubintoro ini, perlu kita sikapi secara arif,” kata Dandim.

Diakui Walikota Riza, malam keakraban tersebut dalam sejarah Pemko, baru pertama kali diadakan di markas komando Yonif 131/BS.  Kerjasama seperti ini, wujud dari kepedulian semua pihak, untuk  Payakumbuh lebih maju dan  sejahtera ke depan. Tanpa bantuan jajaran yudikatif dan legislatif, jajaran eksekutif tak berdaya memajukan Payakumbuh atau Tanah Air Indonesia ini. Karena itu, kekompakan seluruh elemen, kata kunci untuk menuju sukses, kata Walikota.

Malam keakraban dengan menampilkan grup band Cress binaan Disparpora Payakumbuh itu, cukup memberi warna bagi seluruh keluarga prajurit. Dan Yonif 131/BS Oni Kristyono bersama isterinya, menjadi magnit untuk memacu andrinalin seluruh muspida dan prajurit serta pimpinan SKPD melantunkan suara emasnya. Dan Yonif tak segan-segan  perintahkan prajurit dan keluarganya bergoyang cesar yang lagi trend.

Lima  menit jelang penggantian malam tahun baru, usai Muspida melantunkan suara emasnya, kembang api merubah langit di kawasan Yonif 131/BS menjadi semarak. Seluruh anggota Muspida Plus meniup trompet, untuk selanjutnya ditutup dengan do’a, dengan harapan Tahun Baru 2014, seluruh masyarakat Payakumbuh lebih sukses,  dengan segala mimpi, ide dan programnya.

Semarak  Dimana-mana

Malam penggantian tahun baru, juga semarak dimana-mana. Seluruh warga kota, termasuk sebagian warga daerah tetangga Limapuluh Kota, Tanah Datar dan Agam, tumpah ke Payakumbuh. Kota Batiah yang terus berkembang itu, jadi tujuan publik menunggu malam penggantian tahun baru.  Dampaknya, Polantas dan petugas kepolisian serta Satpol PP dan anggota Dishubkom, ekstra keras menertibkan lalulintas.

Disetiap sudut kota, kecamatan dan kelurahan, saling menggelar hiburan, menampilkan orgen tunggal atau meski dengan fasilitas terbatas berupa tape recorder. Warga juga tampak membakar ayam, membakar jagung buat santapan bersama.

Jantung kota, tepatnya kawasan Tugu Adipura atau pusat pertokoan bertingkat dan Ramayana, berubah jadi lautan manusia. Pedagang kuliner malam dan kembang api, panen  besar. Satu jam menjelang penggantian tahun, pusat kota padat dengan  puluhan ribu manusia. Tepat pukul 00.00, kembang api yang sudah dibeli masyarakat,  menghiasi langit Payakumbuh. Warga menikmati pesta kembang api yang lamanya mencapai 20 menit itu.

“Kami sekeluarga puas, dapat menikmati malam penggantian tahun dengan nyaman dan tenang. Tak ada keributan dan tak ada kegaduhan. Semuanya, menikmati hiburan malam. Saya harus merogoh kocek Rp500 ribu buat membeli kembang api,” ucap Yanto, 42 th, warga Lintau  Tanah Datar yang datang ke Payakumbuh bersama isteri dan tiga anaknya.