JAKARTA – Jelang masuknya pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) baik Pilkada, Pileg maupun Pilpres, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Minang Sakato menyerukan agar masyarakat perantau Minang tidak melewatkan moment tersebut.Hal itu disampaikan Sekjen DPP Minang Sakato, Rony Rahmatha Tuanku Imam melalui kontak WhatsApp-nya, Rabu (18/4).Menurutnya, perlu ada sosialisasi dari semua organisasi Minang untuk memupuk kesadaran anggotanya terkait pesta demokrasi di negeri ini. Kata dia, tak ada lagi pemilih yang mengambil sikap golput, karena satu suara saja sangat berarti untuk langkah kebijakan pada 5 tahun kedepannya.

Data KPU menyebutkan, 2018 ini ada 171 daerah yang akan menggelar Pemilu Kada pada 27 Juni nanti.
Rony Rahmatha meyakini hampir di setiap daerah itu terdapat masayarakat perantau Minang. Jika moment Pilkada ini diabaikan, akan sangat berpengaruh besar pada kondisi masyarakat secara umum, termasuk perantau Minang.

Apalagi kalau kandidat yang terpilih tidak pro rakyat dan tidak paham untuk memajukan kondisi ekonomi daerah tersebut, otomatis ekonomi akan terganggu yang notabene akan mempengaruhi juga perekonomian orang Minang di perantauan. yang kebanyakan adalah berprofesi sebagai pedagang dan pengusaha.

Rony Rahmatha menambahkan, kesadaran untuk memilih ini harus sejalan dengan sosialisasi kesadaran untuk mengenalkan siapa yang dipilih (kandidat). Sehingga calon yang didukung benar benar potensial untuk memimpin. Minimal kriterianya adalah pro pada kemaslahatan ummat dan serius dalam pemberntasan korupsi.

“Apalagi rakyat sudah banyak mengetahui pemimpin yang tidak komitmen memberantas korupsi cenderung menyengsarakan rakyat,” sebutnya.
Langkah ini. Lanjut Rony, bisa juga dicontoh oleh organisasi perantauan dari suku lainnya, sehingga nantinya akan menjadi satu “Kesadaran Nasional” bagi seluruh rakyat Indonesia akan hak pilih mereka.

“Kesadaran itupun merupakan bukti bahwa kita cinta negara ini dan ikut bertangguwab dalam menentukan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Sebelumnya, DPP Minang Sakato yang berkantor di Bekasi Jawa Barat juga telah menentukan sikap terkait Pilkada. Salah satunya, seruan untuk memilih calon walikota Bekasi no urut 2, yaitu Nur Suprianto dan Firdaus.
Sedangkan untuk Pilgub Jabar, menganjurkan agar memilih Calon Gubernur No ururt 3, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Dikatakan Rony, tolak ukur untuk calon-calon ini tidak terlepas dari kriteria di atas. Mereka menyuarakan kepentingan ummat dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

“Kriteria lainnya sesuai dengan falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syara Dan Syara Basandi Kitabullah”. Insha Allah kedua pasangan ini komitmen dengan kepentingan umat dan berpegang pada syara dan kitabullah,” ujarnya.

Namun menurut Sekjen Rony Rahmatha, siapapun orang yang dipilih tetap hak pribadi masing-masing anggota atau perantau Minang, sesuai dengan asas kerahasiaan (LUBER).

“Yang paling utama adalah munculnya kesadaran untuk memilih (menyalurkan suara), bukan lagi golput,” tandasnya. (IMO)