Palai Lauak, Makanan khas Minang. foto: Rifki Payobadar

Menyantap masakan padang tak selamanya berbahaya untuk kesehatan. Ahli penyakit pencernaan dan pengamat kesehatan, Ari Fahrial Syam, menilai masakan padang tetap bisa dinikmati secara sehat bila tahu cara menyantapnya secara bijaksana.

Ari mengatakan masakan padang memang sebagian besar mengandung kolesterol yang tinggi. Namun, hal itu biasanya diimbangi dengan adanya sayur-sayuran mentah seperti ketimun dan rebusan daun singkong.

“Serat yang terkandung dalam kedua sayuran ini dapat membantu mengurangi asupan kolesterol di usus halus,” kata Ari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 12 Desember 2016.

Ari menjelaskan, bumbu yang menjadi penyedap rasa dalam makanan padang mengandung antioksidan yang tinggi untuk menetralkan racun di dalam tubuh. Ia menyarankan untuk hanya mengosumsi satu macam lauk. “Kadang perlu diperhatikan kadar garam yang tinggi, lidah kita bisa mengukur asin atau tidaknya makanan itu.”

Menurut Ari, makanan yang terlalu asin perlu dikurangi. Ari menyarankan masakan padang aman apabila dikonsumsi dengan sayur-sayuran dan ditutup dengan buah-buahan. Setelah makan, ia menyarankan meminum air putih mineral atau teh tawar hangat.

Ia menyarankan agar ada perhitungan dalam menyantap masakan padang dengan menyediakan ruang bagi sayur dan buah. Sebab, jika lambung yang diisi penuh pasti tidak bisa menampung makanan lagi.

Apabila ingin mengkonsumsi buah dan sayur setelah makan, konsumsi buah bisa luput karena kekenyangan terlebih dahulu. “Kalau ingin sebelum makan paling tidak kita cenderung akan membatasi makan kita,” ujar dia.

Selain itu, Ari mengingatkan masakan padang yang disajikan di restoran Padang dalam bentuk jero-jeroan dan seafood yang selalu dipanaskan secara berulang-ulang. Gulai masakan padang banyak mengandung kadar lemak jenuh yang berkadar kolesterol tinggi.

“Akhirnya akan meningkatkan kadar kolesterol jahat, misal rendang, gulai ayam, atau kambing yang dipanaskan kadar kolesterolnya akan semakin tinggi,” kata Ari. (tempo)