Padang,BeritaSumbar.com,-Posko pengamanan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, yang berada di kawasan Bukit Lampu, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang diduga dibakar oleh orang misterius, Rabu (02/03) kemaren. Tenda berukuran 3x 5 meter yang selama ini dijadikan sebagai posko pantau untuk pengamanan lokasi yang disinyalir dijadikan tempat maksiat dibakar oleh orang yang tidak bertangung jawab, dengan adanya pos tersebut aktivitas untuk berbuat mesum disana bisa dicegah.

Petugas piket pagi Bukit Lampu, terkejut saat mengetahui poskonya hanya tinggal tiang-tiang yang hangus terbakar, peristiwa pembakaran posko sementara tersebut diduga terjadi pada Rabu subuh saat Petugas Satpol PP tidak lagi berada di sana. “Posko ini saya rasa sengaja di bakar, diduga ada oknum masyarakat yang terganggu kepentingannya, karena dengan adanya Satpol PP disana setiap hari, pembakaran ini diduga menjelang pagi, karena anggota yang piket pada hari selasa, posko ditinggalkan dalam keadaan baik-baik saja, ia bertugas hingga pukul 21.00 Wib”, kata Al Amin

Untuk penyelidikan lebih lanjut, Al Amin Kasat Pol PP Padang, memerintahkan anggotanya yang melaksanakan piket di sana untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian untuk ditindak lanjuti. “Saya sangat bersyukur apinya tidak merambat ke rumah warga yang ada di dekat sana, untuk tindakan lebih lanjut kita serahkan kasus ini ke pihak kepolisian karena ranahnya sudah pidana, pengrusakan aset negara”, ucap Al Amin.

Al amin dengan tegas mengatakan meski telah terjadi pembakaran terhadap pos pantau, pengamanan terhadap lokasi tersebut akan terus di tingkatkan bahkan jumlah personil ldi sana akan di tambah, terang kasat Pol PP Padang.

Insiden pembakaran posko pengamanan kawasan bukit lampu tersebut mengundang perhatian banyak pihak, salah satunya masyarakat setempat.

Salah seorang masyarakat setempat yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa dengan adanya penempatan personil Satpol PP di lokasi tersebut, maksiat di bukit lampu telah berhasil di musnahkan bahkan warung “baremoh” yang selama ini ada, tidak lagi berdiri.(humassatpolpp padang)