foto by polsekta Payakumbuh

Payakumbuh,Beritasumbar.com-Polsekta Payakumbuh gagalkan penyeludupan pupuk bersubsidi di wilkumnya. Pupuk bersubsidi ini rencananya akan di bawa ke provinsi tetangga Riau. Senin (20/06/2016), Polsek Urban yang dipimpin oleh Ajun Komisaris Polisi Russirwan tersebut, berhasil menggagalkan penyeludupan pupuk bersubsidi di ruas jalan Lingkar Utara, kawasan Koto Baru, Payakumbuh Timur.

Sebanyak 8,5 ton pupuk bersubsidi jenis NPK dan Phonska yang seharusnya diedarkan bagi  petani Sumbar, namun namun oleh pelaku dijual ke Riau. Diangkut dengan menggunakan mobil dumtruk jenis colt diesel bernomor polisi BM 9317 JU. Dengan menggunakan mobil jenis dumtruck pelaku nampaknya ingin mengelabui aparat. Namun pihak Polsekta Payakumbuh tidak bisa di kecoh.

“Kita amankan barang bukti dan kendaraan pengangkut pupuk berjumlah lebih kurang  8,5 ton,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto dan Kapolsekta Payakumbuh AKP Russirwan, kepada wartawan Sabtu (25/06/2016). Russirwan yang pada 1 Juli mendatang akan menyandang pangkat Komisaris Polisi itu mengaku, tidak akan main-main terhadap kasus ini.

“Sesuai atensi pimpinan, kami tidak mau main-main mengusut perkara penyelundupan pupuk bersubsidi ini. Karena, ini juga bahagian kejahatan ekonomi yang mana, pupuk harusnya dinikmati oleh petani di Sumbar, namun dijual bebas ke Riau,” tegas calon Pamen Polri itu.

Diceritakan Kapolsekta Russirwan, penangkapan terhadap pelaku penyelundupan pupuk tersebut, bermula dari informasi warga. Selain itu, Polsketa juga kerap mendapat pengaduan, terkait “hilangnya” pupuk di peredaran. “Makanya kita selidiki dan hasilnya, kemarin kita amankan truk pengangkut pupuk yang berasal dari Bukittinggi,” terang Russirwan.

Truk itu sendiri, disopiri oleh pria berinisial “IRW” (36), warga Akabiluru, Limapuluh Kota dan kernetnya “KRZ” (51), dengan alamat sama.  “Barang bukti pupuk bersubsidi dan kendaraan pengangkutnya, masih kita amankan di Mapolsekta,” demikian Kapolsekta