Padang – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar musyawarah wilayah (Muswil) IV pada 17 Oktober 2015.

“Acara inti berupa pelantikan Dewan Pengurus Tinggi Wilayah (DPTW) terdiri atas unsur Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW),” kata Ketua Panitia Rahmat Saleh di Padang, Rabu.

Menurut dia Muswil rencananya dihadiri oleh Presiden PKS Sohibul Iman dan sejumlah pengurus pusat lainnya seperti Soeripto, Abu Ridlo, Arifinto dan Najib mengambil tema ‘PKS Berkhidmat Untuk Rakyat Sumbar’.

Rahmat mengatakan target Muswil adalah terbentuknya DPTW yang akan mengusung tema berkhidmat untuk rakyat Sumbar.

” Pada pelaksanaan Muswil ketua DPW akan memberikan arahan terkait bagaimana target PKS di Sumbar ke depan,” ujarnya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar.

Muswil juga akan dihadiri utusan pengurus dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar.

Pada pemilu 2014 PKS berhasil memperoleh suara sah untuk tingkat provinsi sebanyak 237.488 mengantarkan tujuh wakilnya duduk di DPRD Sumbar.

Selain itu pada 2010 PKS berhasil mengantarkan kadernya Irwan Prayitno sebagai gubernur Sumbar 2010-2015 dan pada pilkada gubernur 2015 kembali mengusung Irwan sebagai calon gubernur Sumbar 2016-2021.

Tidak hanya itu sejumlah data pada pilkada kabupaten dan kota di beberapa daerah PKS juga berhasil menempatkan kadernya seperti Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan Wali Kota Padang Mahyeldi.

Sementara Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Pangi Sarwi menilai PKS harus kembali ke manhaj awal sebagai partai dakwah.

“Mulai berbenah untuk lebih bersih agar ada perbedaan antara partai Islam dengan nasionalis,” kata dia.

Menurutnya dia merek PKS sebagai partai dakwah tidak boleh hilang karena itu kekuatannya walaupun PKS sudah menjadi partai terbuka saat ini.

“Kaderisasi partai harus dibenahi dan dievaluasi karena PKS bukan partai yang mengandalkan figur, ujar dia.

“Jangan sampai partai baca bismillah dengan tidak baca bismillah sama saja, karena itu pengurus harus meyakinkan publik bahwa partai ini bersih sehingga kepercayaan publik kembali muncul,” lanjut dia. (Ant/Oleh Ikhwan Wahyudi)