Limapuluh Kota – Dampak kemarau panjang yang melanda beberapa bulan terakhir ini, membuat ratusan hektar lahan sawah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Menurut Sadi, petani di kecamatan Harau, Kamis (13/10/2016), Kemarau panjang yang melanda tidak mampu diantisiasi karena petani hanya mengandalkan hujan untuk mengairi sawah karna lahan sawah adalah tadah hujan.

“cukup sulit, untuk dialihkan ke tanaman jagung itu pun hanya untuk jagung pakan ternak. Menggunakan irigasi yang adapun juga tak memadai karna kering.” ungkap Sadi kepada Beritasumbar.com

Sawah di Kecamatan Aka Biluru diserang Hama Wereng (Foto : Rino Chandra)
Sawah di Kecamatan Aka Biluru diserang Hama Wereng (Foto : Rino Chandra)

Berdasarkan laporan bencana alam kekeringan dari Dinas Pertanian perkebunan dan holtikultura setempat tercatat luas lahan komoditi padi yaitu, Kecamatan Lareh Sago Halaban 303 hektar, Situjuah 283, Luak 480, Harau 202, Akabiluru 25, Mungka 39,25 dan Guguak 200 dengan jumlah 1532,25 hektar.

Salain itu, penderitaan petani bertambah akibat hama wereng yang menyerang tanaman padi di Kecamatan Aka Biluru. Ratusan hektar sawah milik petani Jorong Batu Tayuah, Tambun Ijuak dan Subarang Parik ikut gagal panen. Dengan kondisi itu upaya pencegahan sudah dilakukan oleh pihak terkait.