BeritaSumbar.com,-Tim Jeffrie Geovanie mengadakan pertemuan dengan warga Jorong Mawar Kenagarian Lubuak Jantan Kab. Tanah Datar beberapa waktu lalu dalam rangka mengumpulkan aspirasi masyarakat dalam masa reses. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu rumah tangga dan kelompok tani.

Masyarakat Lubuak Jantan secara umum mengeluhkan tentang masih sulitnya mereka dalam meningkatkan hasil pertanian. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain disebabkan oleh irigasi yang belum ada sehingga sawah mereka lebih bergantung kepada air hujan. “ selain persoalan air kami juga masih menemukan kesulitan mendapatkan pupuk sehingga kualitas tanaman kami seadanya saja”, kata Aidir warga setempat.

“ disini juga ada petani karet namun kendala yang dihadapi adalah tidak adanya penyuluh pertanian yang mendampingi kami dalam merawat tanaman sehingga hasinya tidak serupa yang diharapkan. Kami berharap pemerintah daerah mau menyediakan Tenaga Penyuluh Pertanian untuk mendampingi kami dalam meningkatkan hasil pertanian masyarakat”, lanjut Aidir.

Selain masalah pertanian, warga juga mengeluhkan mengenai tidak adanya tenaga kesehatan yang bertugas Poliklinik Desa. Menurut Mariani warga setempat hal ini menyulitkan warga yang sedang sakit harus pergi ke klinik tetangga dengan jarak lebih dari 8 km. “ kami menginginkan sekali pemerintah daerah mau menempatkan bidan desa serta merenovasi poliklinik desa sehingga menjadi lebih berfungsi”, kata Mariani.

Kenagarian Lubuak Jantan menurut informasi warga mendapatkan Anggaran Dana Desa lebih kurang 2,7 Milyar setiap tahun. Nominal itu cukup besar namun harus dibagi dengan 11 jorong yang ada di Kenagarian tersebut. Tentu saja dana yang diterima setiap jorong menjadi kecil sekali sementara kebutuhan pembangunan fasilitas pemberdayaan masyarakat desa semakin banyak. Melalui Jeffrie Geovanie, warga berharap dana desa bisa ditambah atau pemerintah provinsi Sumatera Barat dapat menetapkan Jorong sebagai tingkat pemerintahan desa terbawah. Dengan begitu dana desa yang didapatkan akan maksimal untuk pembangunan kawasan pedesaan.

Setelah mengunjungi Lubuak Jantan, Tim Reses Jeffrie Geovanie lalu mengunjungi Nagari Batu Tongah Kec. Lintau Kab. Tanah Datar. Di tempat ini warga mengeluhkan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sehari-hari mulai dari kesulitan ekonomi, persoalan distribusi KIS hingga persoalan guru honor.

Darmanto yang saat ini menjadi guru honorer menumpangkan harapannya kepada Jeffrie Geovanie untuk menyampaikan masukan kepada pemerintah supaya dapat mengakhiri moratorium pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. “kami sebagai guru honorer mengharapkan sekali diangkat menjadi PNS karena kami sudah mengabdi cukup lama. Semoga pak Jeffrie selaku anggota DPD RI dapat memperjuangkan ini”, kata Darmanto.

Hal lain yang disampaikan warga adalah mengenai manfaat yang mereka dapatkan dengan Kartu Indonesia  Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Masyarakat saat ini merasakan betul manfaat dari program pemerintah pusat tersebut dan berharap layanan ditingkatkan lagi. “ KIS dan KIP sangat membantu kami rakyat kecil dan program yang baik sekali dari pemerintah pusat. Kami berharap jumlah KIS dan KIP yang diberikan ditambah banyaknya sehingga dapat menjangkau semua masyarakat yang membutuhkan “, kata Kadriwati warga setempat.

Jeffrie Geovanie mengatakan pengumpulan aspirasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui persoalan riil masyarakat terutama terkait dengan kebijakan pemerintah yang sedang berjalan. DPD RI dalam hal ini menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi supaya kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan bila ada kendala dalam implementasinya segera dapat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya.(*)