Payakumbuh,BeritaSumbar.com-Ratusan jemaah padati lapangan hijau Kelurahan Pakan Sinayan Kec. Payakumbuh Barat untuk mengikuti tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar masyarakat setempat. Tabligh akbar yang menghadirkan penceramah DR. Arrazy Hasyim, Lc. MA seorang dosen UIN Jakarta tampak dihadiri langsung Walikota Payakumbuh diwakili Kabag Kesra Setdako, Ipendi Muis, Kasi Bimas Islam, Endra Rinaldi, Wakil Ketua MUI, Erman Ali, Kanit Sosbud Polres, Rinaldi, Camat diwakili Ujang Mustafa, Lurah, Sandiko Buana dan tokoh masyarakat setempat.

Kepada jemaah tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (03/12), Ketua LPM Kelurahan Pakan Sinayan, Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada pemko Payakumbuh dan seluruh donatur yang telah berpartisipasi terlaksananya tabligh akbar yang bertujuan untuk mengikat silaturrahim dan meningkatkan ketaqwaan.

Ungkapan bangga juga disampaikan Kepala kankemenag diwakili Kasi Bimas Islam, Endra Rinaldi.

” Tabligh akbar yang diselenggarakan masyarakat kelurahan Pakan Sinayan patut diacungi jempol. Ini merupakan indikasi peningkatan pengamalan syariat islam. Biasanya kegiatan serupa digelar di Mesjid Nurul Falah, namun karena tidak sanggup menampung jemaah, tokoh masyarakat menggelar di lapangan terbuka yang dilengkapi fasilitas kesehatan dan WC umum. Ini pertanda adanya peningkatan. Kita berharap kegiatan ini memiliki arti penting terhadap tumbuhnya motivasi meramaikan mesjid dengan kegiatan keagamaan, khususnya shalat berjamaah,” ujar Endra Rinaldi.

Membuka tabligh akbar, Kabag Kesra Ipendi Muis sangat apresiasi dan menyampaikan ucapan maaf dari pimpinan daerah yang tidak bisa hadir bersama jemaah.

“Pemko Payakumbuh saat ini giat melakukan himbauan dan ajakan kepada warga untuk mendukung program perwujudan ABS/ABK dan pendidikan akhlak mulia di Payakumbuh.

” Kondisi kekinian yang sangat memprihatinkan merupakan tantangan bagi kita bersama yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Posisi Payakumbuh yang berada diperlintasan provinsi membuat kota ini sebagai lahan persinggahan, termasuk persinggahan perilaku munkar. Perilaku yang bisa terlihat saat ini berupa peredaran narkoba, protitusi, lGBT, HIV/AIDS dan perilaku menyimpang lainnya. Ini adalah PR kita bersama. Salah satu benteng untuk menangkal perilaku munkar tersebut salah satunya berupa tabligh akbar yang digelar masyarakat Pakan Sinayan. Sebelumnya masyarakat kelurahan Tiakar juga telah memulainya kemaren,” terang Ipendi.

Program pemerintah untuk mewujudkan ABS/ABK di kota ini berupa dukungan penuh terlaksananya kegiatan agama dan keagamaan, tabligh akbar, shalat berjamaah bersama warga, bersama kemenag melahirkan dan memfasilitasi kampung al qur’an yang bersumber dari komitmen nagari Payobasung. Selain itu pemko giat mendukung pondok al quran. Saat ini sudah ada sekitar 9,8 % siswa kelas VII yang sudah hafidz 1 juzz bahkan sudah ada yang hafidz 30 juz. Insyaallah, cita-cita jangka panjang kita untuk menjadikan Payakumbuh sebagai kampung hafidz, akan terwujud sekitar 10 tahun kedepan,” papar Ipendi.

Tausiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, penceramah Arrazy Hasyim memitik beratkan tausiyahnya kepada feedback dari peringatan maulid nabi terhadap perwujudan kekuatan muslim di Payakumbuh.

” Saat ini islam tengah dihadapkan cobaan dari luar dan bahkan dari dalam sendiri. Bid’ah dan beda pemahaman dijadikan sarana untuk memecah belah, termasuk benturan kepentingan sesat. Kami sangat memuji para ulama terdahulu, mereka tidak menyecap pendidikan akademis yang tinggi seperti kita saat ini. Namun mereka dihargai karena jasa dan penguasaan ilmu yang dalam. Dalam mempelajari al quran, ulama terdahulu mengkaji bukan dari kulit tapi mempelajari hingga ke negeri Arab, termasuk pendiri MTI Pakan Sinayan, Syech Alwi.

“Dalam mencapai sebuah kemuliaan, Rasulullah telah meningggalkan 2 pusaka yang akan menuntun kita ke syorga. Orang yang cerdas itu akan mempelajari al quran dengan kajian makna yang dilanjutkan dengan kajian tafsir. Ulama terdahulu belajar al quran, mempelajari makna dan mengamalkan isi kandungannya. Itulah yang membuat mereka dihargai dan tersohor. Ulama terdahulu tidak goyang, mereka istiqamah berislam dan mengajarkan islam. Marilah kita berishlah, demi terwujudnya islam yang kuat. Hilangkan semua perseteruan yang disebabkan hal yang tidak sepatutnya kita hebohkan. Mari kita jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utuh, untuk mewujudkan islam rahmatan lil’alamin. Kita mulai dari diri dan keluarga,” tukuk Arrazy.

Diterangkan Wakil Ketua MUI, Erman Ali, Arrazy adalah calon ulama sufi Payakumbuh kedepan. Arrazy adalah putra daerah Payakumbuh yang saat ini menjadi seorang intelektual dan agamis muda. Saat ini kita rindu dengan mubalig-mubalig muda sebagai pelanjut ulama,” ucap Erman Ali.

Sesi tanya jawab menggunakan secarik kertas yang disediakan panitia pelaksana belum berjalan maksimal. Karena keterbatasan waktu, seluruh pertanyaan jemaah tidak dapat terjawab secara keseluruhan. tapi Arrazy hasyim berjanji, dilain waktu kita akan lanjutkan pengajian terkait kisah kenabian sebagai modal mengarungi hidup dimasa globalisasi.