Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Tamatan SLTA tahun 1984 di Kota Payakumbuh pada tahun 2004 membentuk sebuah komunitas alumni yang diberinama Genre 84(generasi 84). Genre 84 ini merangkul seluruh tamatan SLTA 84 untuk bergabung.Tanpa pandang profesi dan kondisi ekonomi. Lebih mengutamakan persaudaraan.

Minggu 22/7 genre 84 menggelar reuni. Beberapa anggota yang ada di perantauan di wilayah Indonesia ada yang pulang kampung. Reunian kali ini diadakan dalam bentuk makan siang bersama pengurus dan 75 anak anak panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah Payakumbuh.

Sekitar 30 alumni SLTA tamatan 84 yang tergabung dalam genre 84 hadir pada acara ini. Gusti Amor salah seorang anggota genre ini didaulat memberikan kata sambutan menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana karena ide kawan kawan yang berdomisili di Kota Payakumbuh. Karena ketiakan jemari mereka di group medsos mengajak kita semua menyatu bersama anak panti siang ini.

Anggota Genre 84 yang hadir pada acara ini selain yang berdomisi di kampung halaman Payakumbuh dan Limapuluh Kota juga dari rantau, Seperti Medan,Jakarta Bandung, Batam dan beberapa kota lain di Indonesia.

Juga kegiatan ini tidak lain untuk menjalin hubungan silaturahmi dan mengikat silaturahim dengan anak anak binaan panti asuhan. Bagaimanapun mereka yang ada di panti ini adalah tanggung jawab kita bersama ujar Gusti Amor. Selagi kita masih bisa berbagi mari kita ringankan beban mereka. Anak anak ini generasi masa depan bangsa,imbuh Gusti Amor.

Kita berharap kegiatan Genre 84 bisa lebih ditingkatkan dan bisa lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, kata Gusti Amor.

Ustadz Ifkardi pengasuh asrama putra panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah Payakumbuh mengucapkan terimakasih atas kegiatan genre 84 yang diadakan di panti ini. Dan berharap kedepan genre 84 dapat terus memberikan perhatian bagi pembinaan anak anak panti yang berasal dari anak yatim dan keluarga tidak mampu ini.

Ustadz Ifkardi juga menceritakan sekilas berdirinya panti asuhan ini. Panti Asuhan Aisyiyah didirikan sebelum Indonesia merdeka tepatnya 1 Agustus 1941 oleh Adang Fatimah Djalil dengan lokasi pertama komplek Muhammadiyah Bunian. Dengan latar belakang banyaknya anak tidak mampu dan yatim terlantar masa itu. Asrama putri yang di Padang lebar ini dihibahkan pemerintah pada tahun 1984 dan asrama putra yang di Nunang didirikan pada tahun 1988.

Ustadz yang mengasuh asrama putra juga minta maaf karena tidak berapa pengurus yang hadie di acara ini. Sebab pengurus panti lagi ada acara persiapan Milad Aisyiyah di Padang Panjang. Juga Ustadz Ifkardi berharap kedepan bantuan dan uluran tangan masyarakat terutama genre 84 untuk pembinaan anak anak asuhan di panti ini. Mereka adalah anak yatim dan dari keluarga tidak mampu,kitalah bapak dan ibunya mereka untuk membimbing dan mengasuh mereka meraih masa depan yang lebih baik ujar Ustadz Ifkardi.

Sesi acara ditutup dengan pembacaan doa oleh ustad Ifkardi dan berbagi rezki dengan anak asuhan panti tersebut.(*)