Yogyakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta menerima kunjungan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Selasa (22/11/2016). Rombongan DPRD diwakili oleh lembaga eksekutif, sekretariat, dan fraksi antara lain PKS, Hanura, Golkar, Demokrat serta wartawan peliput kegitan.

Awal kunjungan, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Suparman, menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke DPRD Kota Yogyakarta. Dirinya menerangkan Perda Inisiatif Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang sudah terbentuk di Payakumbuh. Dikatakan Suparman, kunjungan kerja (kunker) ke Kota Yogyakarta memang untuk memfokuskan pembahasan dan mengambil pelajaran dari Kota Yogyakarta yang sudah memiliki Perda RDTR sekaligus saling bertukar ilmu dan pengalaman dalam Perda yang sudah terbentuk itu.

Suasana Pertemuan dan Pembahasan Kunjungan Kerja DPRD Kota Payakumbuh di DPRD Kota Yogyakarta
Suasana Pertemuan dan Pembahasan Kunjungan Kerja DPRD Kota Payakumbuh di DPRD Kota Yogyakarta

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Muhammad Fauzan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebutkan, Perda nomor 1 Tahun 2015 tentang RDTR merupakan penjabaran dari Perda 2 Tahun 2010 tentang RTRW Kota Yogyakarta Tahun 2010-2029. Tujuannya memberikan acuan atau pedoman yang lebih operasional dalam penataan ruang serta pengendalian tata ruang.

” Perda Nomor 1 Tahun 2015 ini lebih detail dari Perda Nomor 2 Tahun 2010, dengan harapan dan tujuan agar pemerintah dan masyarakat sepaham dimana ruang-ruang tertentu dapat dimamfaatkan oleh masyarakat dan memiliki kepastian yang jelas. Dan, dalam hal ini pemerintah musti memberikan kepastian juga kepada masyarakat dalam pelayanan.” Kata Politisi PKS tersebut di dampingi Anggota Dewan Komisi C perempuan dari Fraksi Gerindra Christiana Agustiani.

Untuk mendalami lebih tentang Perda RDTR yang sudah berjalan di Kota Yogyakarta, Anggota Komisi C DPRD Payakumbuh, Ir. Ahmad Zifal mempertanyakan beberapa hal, khususnya dukungan serta respon masyarakat terhadap perda yang dilahirkan itu.

Menjawab pertanyaan tersebut, Fauzan menerangkan, Dinas Perizinan dalam persoalan ini agar cepat memberikan pelayanan, sehingga tercapai tertib administrasi sesuai yang diharapkan. Tentu pihak pemerintah melakukan sosialisi setelah Perda tersebut terbentuk agar capaian target dari perda tersebut dapat dipahami masyarakat secara luas,” terangnya.

Masih dalam pertemuan yang sama, Permasalahan sampah ternyata masih menjadi persoalan di Kota Yogyakarta, sebagai kota tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara, hal ini memberikan dampak buruk bagi sektor pariwisata itu sendiri. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Jogja, Ir. Suyono mengatakan, Masyarakat Kota Jogja sudah tidak mampu untuk mengelola sampahnya sendiri. Sebagian dari kewajiban masyarakat itu diambil alih oleh pemerintah dan menjadi kewenangan Badan Lingkungan Hidup (BLH). “KIta membersihkan, mengumpulkan, dan membawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.” kata Suyono.

Ia juga mengungkapkan, Piala Adipura yang sempat beberapa kali diraih, untuk tahun 2016 ini luput. Hal itu disebabkan masih terkendala dengan beberapa kebijakan dan ketentuan umum Adipura yang tercantum dalam UU nomor 18 tahun 2008 tentang persampahan yang mengamanatkan bahwa, pengelolaan TPA sampah itu harus sudah Sanitary Landfill untuk menghilangkan polusi udara. “TPA kita masih belum maksimal dalam hal itu, kita sudah melakukan koordinasi kemana-mana tapi belum mendapatkan solusi,” katanya.

Dalam persoalan sampah yang di ungkapkan kepala BLH, Ahmad Zifal mengatakan, potensi sampah yang tinggi membuat Pemko Payakumbuh melakukan beberapa  inovasi agar sampah menjadi terkelola dengan baik. Untuk inovasi itu sendiri dilakukan oleh UPTD TPA Sampah Regional Payakumbuh. “Kota Payakumbuh menampung dan menjadi TPA beberapa kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Untuk permasalah sampah dan TPA kita sudah menumakan solusi dan inovasi.” Kata Ahmad Zifal mengakhiri pertemuan tersebut.

Foto bersama usai pertemuan dengan Anggota DPRD Kota Yogyakarta
Foto bersama usai pertemuan dengan Anggota DPRD Kota Yogyakarta

Pantauan Media ini, pertemuan dalam kunjungan  berjalan dengan baik walau sebagian anggota DPRD kota Jogja sedang melakukan Rapat Pansus. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan oleh-oleh khas daerah masing-masing. Dalam pertemuan yang berlangsung cukup alot itu, juga di ikuti anggota DPRD Payakumbuh Lainnya. Yakni, H. Maharnizul dari Fraksi Golkar, Adi Suryatama, Demokrat, H. Basril Latif, Hanura, Alex Wijaya, Bintang Nasdem, Marhida Yandi Fraksi PAN serta Nasrul, PKS berikut  Yusrizal. SH dan M. Juned staf Sekretariat DPRD.