BeritaSumbar.com- Minggu (10/7/2016), gempabumi tektonik mengguncang wilayah Pesisir Selatan, Sumbar dan Mukomuko, Bengkulu. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 13.32.46 WIB dengan kekuatan M=4,7 Skala Richter. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,37 LS dan 100,71 BT, tepatnya di laut pada jarak sekitar 74 kilometer arah baratdaya Pesisir Selatan, Sumbar pada kedalaman hiposenter 75 kilometer.

Berdasarkan analisis peta guncangan (shakemap) BMKG, tampak bahwa secara umum guncangan gempabumi ini dirasakan dalam skala intensitas II SIG BMKG (II-III MMI) di Pesisir Selatan, Sumbar dan Mukomuko, Bengkulu. Di daerah ini guncangan gempabumi cukup kuat dan dirasakan oleh orang banyak, tetapi hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan sebagai dampak gempabumi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi kedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Subduksi lempeng yang dimaksud adalah menyusupnya Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di bawah lepas pantai Pesisir Selatan hingga Mukomuko.

Meskipun pusat gempabumi ini terletak di laut, tetapi karena kekuatannya relatif kecil dan terjadi di kedalaman menengah maka gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Terkait peristiwa gempabumi yang mengguncang wilayah Pesisir Selatan dan Mukomuko, hingga laporan ini dibuat belum terjadi gempabumi susulan (aftershocks), untuk itu kepada masyarakat di Pesisir Selatan dan Mukomuko dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab.***

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG