Jakarta,BeritaSumbar.com,-Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan Pemerintah sejak 5 tahun terakhir mencapai lebih dari 500.000 unit dengan jenis dan tipe beranekaragam sesuai kebutuhan spesifik lokasi.

Untuk mengoptimalkan bantuan alsintan tersebut, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) bekerjasama dengan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menggelar Pelatihan Alsintan pada 7-12 Oktober 2018 di BBP Mektan, Serpong. Pelatihan alsintan ini merupakan bagian dari kegiatan pilot percontohan Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi untuk percepatan terwujudnya pertanian modern di Indonesia.

Kepala BBP Mektan, Andi Nur Alam Syah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan tahap kedua yang sebelumnya dilaksanakan pada 16-22 September 2018. Kerjasama pelatihan alsintan merupakan sinergi yang akan terus dilakukan dengan memanfaatkan secara optimal sumberdaya yang ada di BBP Mektan meliputi: fasilitas perbengkelan, teknologi alsintan serta SDM profesional yang mendukung untuk kegiatan pelatihan tersebut.

Kegiatan pelatihan kali ini diikuti 28 peserta, perwakilan dari Usaha Jasa Pelayanan Alsintan (UPJA), Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta) dan Dinas Pertanian dari wilayah Konawe Selatan dan Palembang. Materi yang disampaikan 80% lebih praktek tentang pengoperasian, perawatan dan trouble shooting alsintan khususnya untuk alsintan bantuan dari pemerintah seperti traktor roda empat (TR4), Jarwo Transplanter, dan Combine Harvester.

Direktur Jenderal PSP, Pending Dadih Permana mengungkapkan, Kementerian Pertanian c/q Ditjen PSP juga bekerjasama dengan Perteta dalam melaksanakan kegiatan pendampingan Poktan/Gapoktan dalam optimalisasi pemanfaatan alsintan dalam kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi. “Kegiatan ini melibatkan peran aktif masyarakat tani yang didukung oleh kebijakan dan fasilitasi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” jelas Pending Dadih Permana dalam arahannya saat pembukaan pelatihan, pada Senin (8/10/2018).

Lebih lanjut Dirjen PSP menjelaskan, pemahaman pertanian modern merupakan kegiatan usaha pertanian berbasis mekanisasi dan menerapkan teknologi digital farming yang dikelola dalam sistem korporasi lahan usaha pertanian. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya melakukan percepatan terwujudnya pertanian modern di Indonesia.

Untuk itu telah dilakukan berbagai program antara lain bantuan alsintan, saprotan (sarana produksi pertanian), asuransi, sarana dan prasana irigasi, optimasi lahan dan konsolidasi lahan, serta pelatihan teknis dan manajerial untuk usahatani yang menguntungkan. Bantuan tersebut diberikan kepada petani yang mempunyai lahan garapan sehamparan.

“Melalui kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi yang dikawal intensif dari perguruan tinggi bersama Dinas Pertanian Kabupaten setempat, diharapkan dapat mengakselerasi transformasi teknologi di bidang alsintan maupun teknologi dalam layanan jasa alsintan yang transparan dan akuntabel menggunakan system digital,” tambahnya.

Mencermati pentingnya keterampilan personal Poktan/Gapoktan dalam pengelolaan alsintan, melalui pelatihan ini, semua peserta diharapkan dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sehingga terampil/mahir mengoperasionalkan alsintan. Ke depan, melalui kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi yang diawali dengan kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat berjalan sukses serta dapat segera dikembangkan ke daerah lainnya secara mandiri oleh Dinas Pertanian ataupun oleh Poktan/Gapoktan/kelembagaan tani lainnya secara mandiri.

(rel)