PADANG PANJANG – Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menurut rencana akan mencanangkan Padang Panjang, Sumatera Barat, sebagai Kota Literasi pada Sabtu, 5 Mei 2018 mendatang.

Pencanangan itu bersamaan dengan kegiatan Temu Penyair Asia Tenggara (TPAT) dan Pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk penulisan puisi terbanyak tentang bahaya narkoba yang melibatkan belasan ribu pelajar Kota Serambi Mekah itu.

“Benar, Kepala Perpusnas RI akan datang ke Padang Panjang mencanangkan Padang Panjang sebagai Kota Literasi,” kata Kepala Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang, Alvi Sena kepada wartawan di Padang Panjang, Sabtu (28/4).

Selain Kepala Perpunas RI, jelas Alvi Sena, akan turut hadir Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan. Secara khusus Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang Alvi Sena pada 24-25 April 2018 lalu melakukan audiensi dengan Kepala Perpusnas dan Kepala ANRI di Jakarta.

Ikut mendampingi Kabid Perpustakaan, Joni Aldo, dan Ketua FPL Padang Panjang, Muhammad Subhan. Baik Kepala Perpusnas dan Kepala ANRI memberi apresiasi kepada Kota Padang Panjang yang terpantau melakukan gerakan literasi masif, aktif dan menyentuh langsung ke masyarakat.

Selain pencanangan Padang Panjang Kota Literasi, dalam rangkaian kegiatan yang sama Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi., M.Sc., secara resmi membuka Temu Penyair Asia Tenggara yang dihadiri 300 penyair dari negara-negara Serumpun Melayu.

Negara-negara itu di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Timor Leste.

Selain memberi sambutan dan membuka TPAT, Irwan Prayitno juga menjadi ‘Keynote Speaker’ Seminar Sastra Internasional bertajuk ‘Sastra Merekatkan Persatuan Antarbangsa’. Irwan akan membicarakan tentang Budaya Pantun sebagai Budaya Melayu Serumpun.

Pembicara lainnya tampil mewakili Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abdul Hadi WM (Judul Makalah: “Estetika Puisi Religius”) dan Rusli Marzuki Saria (“Dunia Penyairan Sumatera Barat”).

Dari Thailand tampil Asst. Prof. Dr. Phaosan Jehwae dari Universiti Fatoni Thailand (“Keterampilan Jatidiri Bangsa Melayu Melalui Pantun di Patani, Selatan Thai”), Prof. Madya Dr. Rahimah Binti A. Hamid dari Universiti Sains Malaysia (“Bacaan Heuristik dan Hermeneutik terhadap Sajak-Sajak Malaysia-Indonesia Terpilih”) dan Dr. Hjh. Fatimah Hj. Awg Chuchu dari Universiti Brunei Darussalam (“Manifestasi Ciri Kepimpinan Muda Omar Ali Saifuddien Dalam Syair Perlembagaan Negeri Brunei”).

Acara itu dipandu Dr. Sahrul N, S.S., M.Si., penulis dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. (rel)