Limapuluh Kota,BeritSumbar.com– Rabu 6/9 pagi bertempat di aula kantor Walinagari Pangkalan berkumpul tokoh tokoh masyarakat daerah ini. Pertemuan ini di pimpin Pjs Walinagari Pangkalan Zulkifli Lubis Spd dan Ketua Bamus Azhar.

Pertemuan tokoh masyarakat,tokoh pemuda,niniak mamak,bundo kanduang,alim ulama serta cadiak pandai Nagari Pangkalan tak lain membahas rencana pemekaran nagari mereka. Dalam waacana Nagari ini akan di mekarkan menjadi tiga nagari. Dengan Nagari pusat tetap dengan nama Pangkalan Koto Baru.

Tiga usulan nama Nagari Pemekaran itu 1, Pangkalan Koto Baru sebagai nagari induk dengan jorong, Pasa Baru,Banja ronah,Lubuak Nago dan Lokuak Godang. 2, Pangkalan Selatan dengan jorong,Pauah Anok,Sopang dan Lubuak Tabuan. 3, Pangkalan Timur dengan Jorong, Tigo Balai,Parak usang,Kampuang Baru dan Koto Panjang.

Dalam rapat seperti yang tertuang dalam notulen acara di sepakati bahwa pemekaran ini hanya untuk administrasi pemerintahan. Tidak menyentuh ranah adat. Urusan dan aturan adat nagari tetap satu dalam Nagari Pangkalan Koto Baru,tidak ikut terpecah. Balai adat tetap satu di Nagari ini.

Nagari induk tetap dengan nama nagari sekarang,sementara nagari pemekaran akan menyesesuaikan dan di sempurnakan sesuai asal muasal yang ada.

Dasar rapat pemekaran nagari ini sesuai dengan uu no 6 tahun 2014 tentang desa. PP 47 thn 2015 tentang perubahan pp 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan uu no 6 tahun 2014. Dan permendagri no 1 tahun 2017 tentang penataan desa.

Musyawarah besar nagari akan di gelar bulan depan,Insya Allah kita akan mengundang perantau untuk ikut dalam rembuk pemekaran nagari ini cerita Alfiato SH wakil Ketua Bamus Nagari Pangkalan ini kepada BeritaSumbar.com

Menurut Alfianto SH Tokoh Masyarakat Nagari pangkalan yang juga terlibat dalam kepengurusan BAMUS mengatakan pemekaran ini dilakukan mengingat sudah 11 jorong dalam satu nagari dengan penduduk jumlah penduduk sudah padat. Juga untuk memudahkan pengurusan administrasi warga. Gerakan untuk pemekaran ini hasil gagasan bersama Pjs Walinagari dan Bamus Pangkalan imbuh Alfian.