Danau Maninjau adalah salah satu danau yang ada di Sumatera Barat. Danau Maninjau terbentuk dari letusan Gunnung Sitinjau. Sehingga Gunung Maninjau juga dikenal dengan gunung fulkanik, yang tercipta akibat letusan gunung api.

Pemandangan disekitar Danau Maninjau sendiri dikelilingi oleh bukit yang menjulang tinggi hampir mengelilingi seluruh tepian danau. Masyarakat disekitar Danau Maninjau mengantungkan hidupnya dari tambak yang tersebar hampir di sepanjang Danau Maninjau.

Selain dijadikan sebagai tambak, Danau Maninjau juga meiliki ikan khas sendiri, yang hanya terdapat di danau Maninjau saja. Ikan itu dinamakan dengan Rinuak. Nama Rinuak juga berasal dari bahasa masyarakat setempat, yang jika diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah kecil

“Mainjau memiliki ikan khas, ikan kecil – kecil tersebut dinamai ikan Rinuak” Jelas Darman Munir selaku Budayawan Minang.

Ikan Rinuak biasanya ditemukan disekitar kerambah. Ikan Rinuak memiliki jumlah yang berlimpah Danau Maninjau, sehingga para penangkap ikan tidak perlu susah – susah dalam menangkapnya, cukup dengan mendayung sampan ke tengah danau dengan mebawa jaring, maka Ikan Rinuak akan banyak di dapat.

Jika dilihat sekilas, Ikan Rinuak memang mirip dengan ikan teri, namun rasa ikan Rinuak berbeda dari ikan Teri. Masyarakat setempat biasanya mengolah ikan Rinuak menjadi Pergedel, Atau di Pepes.

Jika tertarik silahkan berkunjung ke Danau Maninjau untuk menikmati kuliner khasnya.

(Rido)