Sawahlunto,BeritaSumbar.com,-BDTBT, Sawahlunto – Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang tidak akan habis atau punah jika digunakan, karena sumber daya alam ini dapat didaur ulang, tumbuh, atau diproduksi kembali. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang akan habis atau punah jika digunakan secara terus-menerus karena ketersediaannya terbatas atau proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama (berjuta-juta tahun). Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui antara lain: minyak bumi, gas alam, batubara, serta mineral baik logam maupun non logam.

Untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui salah satunya dilakukan melalui aktivitas penambangan. Secara umum, metode penambangan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: tambang terbuka (surface mining), tambang dalam atau bawah tanah (underground mining), dan tambang bawah air (underwater mining). Faktor teknis dan ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan dari ketiga metode penambangan tersebut.

Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) merupakan lembaga pemerintah yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan (diklat) tambang bawah tanah. Selain melaksanakan diklat, BDTBT sering menerima kunjungan edukasi dari berbagai pihak yang ingin menambah pengetahuan tentang pertambangan, khususnya tambang bawah tanah.

Selama ini, pihak-pihak yang mengunjungi BDTBT umumnya berasal dari perguruan tinggi. Namun mulai tahun 2019, sekolah menengah pun mulai memanfaatkan fasilitas BDTBT untuk menambah pengetahuan tentang tambang bawah tanah. Seperti pada bulan Februari ini, BDTBT menerima kunjungan edukasi dari SMP Islam Terpadu (SMP IT) Al-Kaustsar, Duri, sebanyak 2 (dua) kali. Kunjungan pertama dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 160 pelajar laki-laki dan 12 guru pendamping. Adapun kunjungan kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 130 pelajar perempuan dan 20 guru pendamping.

Rangkaian kegiatan kunjungan edukasi bagi siswa-siswi SMP IT Al-Kaustsar diawali dengan safety induction yang bertujuan untuk mengedukasi peserta terkait aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pertambangan. Dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai geologi pertambangan dan genesa batubara, serta pemutaran video aktivitas pertambangan bawah tanah di Ikeshima, Jepang.

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok saat melakukan kunjungan ke fasilitas BDTBT seperti tunnel, laboratorium, dan workshop. Di fasilitas tunnel para siswa untuk pertama kalinya dapat melihat dan belajar mengenai sistem penambangan bawah tanah, seperti sistem penyanggaan dan sistem ventilasi. Saat mengunjungi laboratorium, para siswa diajarkan mengenai proses preparasi conto batubara. Selanjutnya di area workshop, para peserta menyaksikan peragaan penggunaan alat muat dan angkut bahan tambang (side dump loader). Antusiasme peserta sangat kuat tergambar dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan.

Kunjungan edukasi ini sejatinya mengulang kunjungan para mahasiswa Teknik Pertambangan dari Universitas Sriwijaya Palembang pada 8 Januari 2019 yang lalu, namun pada tingkat edukasi yang lebih dasar. Saat itu, rombongan mahasiswa Universitas Sriwijaya yang berjumlah 120 orang melakukan kunjungan ke BDTBT dalam rangka kuliah kerja lapangan untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas dan sarana seperti: workshop, tunnel, laboratorium batubara, laboratorium petrografi dan lingkungan, laboratorium ventilasi, jumbo drill dan simulatornya, serta sarana vertical dan mine rescue. Selain itu mereka juga melihat sistem penyanggaan baut batuan (rock bolt) dan hidraulik prop, serta menyaksikan peragaan simulasi aliran dan ledakan gas methan.

Melalui kunjungan edukasi ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan, serta menumbuhkan antusiasme para pelajar terhadap dunia pertambangan, khususnya pertambangan bawah tanah. (WN-JK)