Payakumbuh, BeritaSumbar.com- Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beberapa masjid di Payakumbuh mengadakan program i’tikaf. Program i’tikaf dimaksudkan untuk memaksimalkan ibadah dengan berdiam diri di masjid. Berzikir, membaca AlQuran, shalat malam dan ibadah lainnya diamalkan ketika beri’tikaf.

Ada banyak masjid di Payakumbuh yang melaksanakan program i’tikaf selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah masjid Mukhlisin Daya Bangun, Payakumbuh. Tampak puluhan jamaah nampak rutin mengikuti program i’tikaf di masjid ini, Jumat (16/06). Tak hanya untuk muslim, muslimah pun bisa ikut beri’tikaf dengan tempat yang terpisah tentunya. Tak ayal, banyak juga yang membawa serta keluarga termasuk anak-anaknya.

Peserta i’tikaf juga datang dari berbagai kalangan profesi. Mulai dari kalangan pejabat pemerintahan seperti Sekda Benni Warlis, Devitra hingga Anggota DPRD seperti Wardi Munir, Yos, dan Suparman. Semua berbaur dan tidur di masjid demi meraih ampunan Allah apalagi memburu kemuliaan Lailatul Qadar.

Pukul 03.00 dini hari semua peserta i’tikaf bangun untuk melaksanakan qiyamullail (shalat malam). Bertindak sebagai imam Ust Zoni Juniyatul Hidayat Al Hafizh, putra Luak Limopuluah yang saat ini lagi studi di Universitas Madinah. Suara Ust Zoni yang indah membuat suasana qiyamullail bertambah syahdu dan beberapa jamaah tampak meneteskan air mata menikmati tilawah Ust Zoni yang mirip dengan irama murattal Mishari Rashid.

Dua rakaat pertama, shalat malam berlangsung cukup ringkas selama 15 menit. Namun di dua rakaat kedua, Ust Zoni pun membaca ayat yang cukup panjang sehingga 2 rakaat tersebut berlangsung selama 30 menit. Namun begitu, jamaah tidak ada yang mengeluh karena tidak sekedar mengerjakan ibadah melainkan juga menikmati ibadah itu sendiri.

Waktu sahur tiba, para peserta menuju ke tempat makan yang disediakan panitia di sudut masjid. Sahur bersama disetting panitia dengan memakai nampan. Satu nampan makanan dikelilingi oleh empat orang sehingga suasana kekeluargaan lebih terasa. Hmm, indahnya i’tikaf. Wahai Ramadhan, berlama-lamalah, jangan cepat berlalu! (arie)