Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Tim Reses Jeffrie Geovanie terus melakukan perjalanan mengunjungi masyarakat daerah untuk menggali seputar informasi kesulitan-kesulitan mereka serta kritikan dan masukan terhadap kebijakan pemerintah. Beberapa waktu lalu telah diadakan pertemuan dengan masyarakat di Sungai Naniang dan masyarakat Baruah Gunuang yang terletak di Kecamatan Bukit Barisan Kab. 50 Kota.

Pada pertemuan di Sungai Naniang masyarakat menyampaikan aspirasi mengenai keinginan mereka untuk dibangun sebuah Base Transmition Receiver (BTS) dari operator seluler di Sungai Naniang. Saat ini di Sungai Naniang tidak dapat menggunakan telepon seluler karena tiadanya sinyal.

“ keberadaan BTS ini sangat kami rindukan karena tetangga kami di Koto Tangah dan Baruah Gunuang sudah dapat menikmati layanan seluler sementara kami belum”, kata Elmizar tokoh setempat. Pembangunan BTS di Sungai Naniang kalau dari sisi kelayakan bisnis cukup baik mengingat menurut warga setempat hampir 2000 orang sudah memiliki telepon seluler meski harus mencari sinyal di titik-titik tertentu.

Persoalan lain yang disampaikan warga adalah perihal kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama. Di Nagari ini terdapat Taman Pengajian Al quran (TPA) serta MDA dimana gurunya hanya digaji dari sumbangan orang tua murid. “ Sumatera Barat memiliki tradisi agama yang kuat namun mirisnya kini perhatian pemerintah terhadap kemajuan pendidikan agama sangat kecil sekali”, kata Zamri tokoh setempat. “ kami berharap pemerintah memberikan honor yang layak kepada guru-guru MDA dan guru mengaji sehingga tradisi keagamaan terus tetap berjalan demi pembangunan akhlak dan moral umat, lanjutnya.

Sementara itu pada pertemuan selanjutnya di Baruah Gunuang, warga menyampaikan aspirasi mengenai keinginan mereka untuk memiliki jalan raya yang bagus dan beraspal mulus. “ jalan kami sepanjang 7 km saat ini dalam kondisi kurang baik dan di beberapa titik rusak berat”, kata Dt. Koruk tokoh masyarakat setempat. “ kami membutuhkan perbaikan jalan yang rusak, perbaikan bibir jurang yang terban dengan batu baronjong serta pengaspalan”, lanjut Dt. Koruk.

Selain persoalan infrastruktur jalan raya, Wali Nagari Ciswarna S.Pd menyampaikan masukan terkait dengan Tenaga Pendamping Desa (TPD) yang mendampingi perangkat nagari dalam mengelola dana desa yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya tenaga TPD sangat dibutuhkan terutama yang memiliki keahlian teknis seperti Teknik Sipil serta Akuntansi.

“ saat ini TPD yang ada tidak memiliki keahlian tersebut sehingga kami berharap pemerintah pusat melalui Kemendes ataupun Kemendagri dapat melakukan penyeleksian TPD dengan memprioritaskan TPD yang memiliki keahlian teknis tersebut “, Kata Wali nagari. “ Tidak adanya penguasaan bersifat teknis membuat kami perangkat Nagari merasakan kekhawatiran akan melakukan kesalahan yang tidak disengaja terutama persoalan teknis dan pelaporan keuangan”, Lanjutnya.

Selain itu masyarakat Baruah Gunuang juga menyampaikan keinginan mereka untuk dapat memiliki lembaga pendidikan keagamaan. Zaman sebelum kemerdekaan dulu terdapat Syekh Ahmad, ulama yang berpengaruh dan menjadi guru dari beberapa ulama terkenal. Menurut masyarakat saat ini sudah ada Madrasah Tsanawiyah yang butuh pengembangan lebih lanjut baik itu infrastruktur maupun fasilitas pengajaran. Masyarakat sudah menyediakan tanah seluas 6 hektar untuk pembangunan namun hingga kini bantuan belum ada yang turun.

Jeffrie Geovanie ketika dihubungi beritasumbar.com mengatakan pengumpulan aspirasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui persoalan riil masyarakat terutama terkait dengan kebijakan pemerintah yang sedang berjalan. “ hal ini sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi supaya kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan bila ada kendala dalam implementasinya segera dapat kita ketahui dan dicarikan jalan keluarnya”, tutup Jeffrie Geovanie.(red)