Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (7/10) mengadakan gotong royong bersama membuat jembatan darurat untuk bisa dilalui kendaraan roda dua, karena jembatan tersebut ambruk akibat banjir bandang pada Senin (1/10) sore yang lalu. Dan jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk menuju pasar nagari serta akses menuju kantor nagari.

Salah seorang tokoh masyarakat Lareh Nan Panjang Barat, Jali menyebutkan, rusaknya jembatan ini akibat air bah atau banjir bandang yang terjadi pada Senin sore. “Memang banjir bandang sekarang ini sangat dahsyat, karena banyak jalan dan jembatan yang rusak. Selain itu, banjir juga merusak ratusan hektare sawah masyarakat petani,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selama ini belum pernah banjir sebesar ini, dulu juga pernah terjadi banjir bandang, tapi tidak separah ini, tapi ini cukup luar biasa. “Jadi, sekarang ini kita secara bersama membuat jembatan darurat, yang penting bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” terang Jali yang juga Ketua Badan Musyawarah (Bamus) nagari itu.

Sementara itu, Wali Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Asrul Maiyulis mengatakan, jembatan ambruk dan putus ini disebabkan oleh banjir bandang, dan jalan jembatan ini adalah akses dalam nagari saja. Akan tetapi, jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Dengan ini, kita buat kesepakatan bersama masyarakat untuk membuat jembatan darurat, yang jelas bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” ujarnya.

Selain merusak jembatan, banjir bandang juga merusak areal pertanian masyarakat, seperti sawah yang hampir panen, serta padi yang baru siap ditanam. Tentu dengan ini, kami bersama masyarakat sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk masyarakat yang terkena musibah. Kegiatan gotong royong juga dihadiri oleh, Camat VII Koto Sungai Sariak, Masrimpi Noor, Babinkamtibmas, Babinsa, pemuda serta tokoh masyarakat lainnya. (bus)